A.
Teori
dan Penjelasan
Dalam
negara hukum demokrasi, media adalah struktur intermedier yang secara
komunikatif menjebatani hak-hak politik ekonomi warga negara dengan realitas
penyelenggaraan kekuasaan. Media adalah ruang publik politis yang berfungsi
sebagai sistem alarm sosial yang mengidentifikasi problem-problem sosial serta
memediasi keanekaragaman gaya hidup dan orientasi nilai dengan sistem ekonomi
politik.
Teori
yang digunakan dalam analisis ini adalah Teori Model Hirarki Pengaruh Isi
Media. Model tersebut dibagi menjadi lima level, yaitu :
1. Level
Pekerja Media atau Individual
Faktor
individual dari seorang pekerja media sangat mempengaruhi pemberitaan sebuah
media, karena seorang jurnalis sebagai pencari berita dan dapat mengkonstruksi
pemberitaan sebuah media.
2. Level
Rutinitas Media
Rutinitas
media adalah kebiasaan sebuah media dalam pengemasan dan sebuah berita. Rutinitas
membentuk lingkungan dimana pekerja media melaksanakan pekerjaannya.
3. Level
Organisasi
Level organisasi ini berkaitan
dengan struktur manajemen organisasi pada sebuah media, kebijakan sebuah media
dan tujuan sebuah media. Struktur dan kebijakan sebuah media berkaitan dengan
tujuan dari media. Terkadang pemilik sebuah media memiliki afiliasi politik
atau pemimpin sebuah partai politik. Pemberitaan sebuah media berkaitan dengan
kepentingan politik pemilik media.
4. Level
Luar Media
Level luar media
adalah pengaruh-pengaruh pada isi media yang berasal dari luar organisasi media
itu sendiri. Pengaruh-pengaruh dari media itu berasal dari sumber berita,
pengiklan dan penonton, pengawasan dari pemerintah, pangsa pasar dan teknologi.
5. Level
Ideologi
Level ideologi ini melihat bagaimana ideologi
kelas yang berkuasa mempengaruhi sebuah isi pemberitaan bukan dengan
kepentingan yang bersifat individu atau yang bersifat mikro tapi kepentingan
kelas yang berkuasa.
B.
Sejarah
Singkat
a. Surat
Kabar
Sebagai
suatu medium dan industri, surat kabar diletakan pada tepi keseimbangan suatu
perbahan signifikan dalam peran dan operasionalnya.
b. Surat
Kabar Pertama
Roma
sudah memiliki sebuah surat kabar pada masa kekuasaan Caesar yang bernama Acta
Diurna. Acta Diurna merupakan kegiatan-kegiatan dalam sehari yang dituliskan
dalam sebuah batu tulis yang ditempatkan didinding setelah setiap pertemuan Senat.
Sirkulasinya tunggal dan tidak ada pengukuran yang akurat untuk mengukur jumlah
pembacanya. Surat kabar yang kita kenal pada saat ini berakar dari abad ke-17
di Eropa. Lembaran berita satu halaman tentang kejadian khusus (Corantos) sudah dicetak dalam bahasa
Inggris di Belanda pada tahun 1620 dan diimpor ke Inggris oleh para penjual
buku bahasa Inggris yang bersemangat untuk memuaskan tuntutan publik akan informasi
tentang yang terjadi di Eropa Daratan.
c. Surat
Kabar Kolonial
Selebaran
menjadi tempat ditaruhnya pemberitahuan atau laporan kejadian dalam satu
halaman yang diimpor ke Inggris. Pada tahun 1690, penjual buku atau percetakan
yang juga pemilik kedai kopi bernama Benjamin Haris mencetak selebaran
pertamanya yang diberi nama Publick
Occurrences Both Foreign and Domestick (Peristiwa Publik Dalam dan Luar
Negeri) yang hanya bertahan selama satu hari.
d. Tipe
Surat Kabar
Tipe surat kabar dibagi menjadi
tujuh, yaitu :
1. Surat
Kabar Harian Nasional.
2. Harian
Kota Besar Metropolitan.
3. Harian
Pinggir Kota dan Kota Kecil.
4. Mingguan
dan Semi-Mingguan.
5. Pers
Etnis.
6. Pers
Alternatif dan Berlawanan.
7. Surat
Kabar bagi Para Pengguna Kendaraan.
C.
Sejarah
Singkat Media Indonesia
Jika
ditarik dari awal sejarah Media Indonesia hampir 45 tahun yang lalu, yaitu pada
tahun 1970 mulanya Media Indonesia dimiliki oleh Teuku Yusli Syah hingga saat
industri surat kabar mulai sedikit bergoyah. Dari permasalahan oplah yang hanya
3000 eksemplar hingga sempat tidak terbit. Pada saat itu masuklah Surya Paloh
pada tahun 1979 yang sudah memiliki industri koran juga pada saat itu. Namun karena
terlalu kritis akhirnya Harian Prioritas milik Surya Paloh dibredel pada masa
orde baru. Pada tahun 1979, Media Indonesia beralih tangan menjadi milik Surya
Paloh.
D.
Peran
dan Kontribusi Media Indonesia dalam Dunia Media Surat Kabar Indonesia
Media
Indonesia memiliki peran penting dalam bidangnya, bisa dikatakan Media
Indonesia merupakan koran terbesar kedua setelah Kompas. Media Indonesia juga
cukup disegani para pemberi kebijakan terkait dengan krtik dan berita-berita
yang pada dasarnya khalayak membutuhkan penjelasan. Maka Media Indonesia
berusaha untuk memberikan fakta yang faktual, sesuai dengan tagline-nya “Jujur Bersuara”.
E.
Perkembangan
Media Indonesia di Era Modern
Untuk
menjaga eksistensinya akibat penurunan pasar dalam industr media cetak karena
semakin berkembangnya era digital dan bentuk konten elektronik lainnya, serta
adanya gerakan paperless, maka Media Indonesia turut menerbitkan e-paper yang isinya sama dengan koran
namun dalam bentuk digital. Media Indonesia juga memiliki portal berita yang
memiliki mobilitas yang teruji disamping websitenya yang tergabung dengan
metrotvnews.com.
F.
Struktur
Pasar dan Struktur Kepemilikan Media Indonesia
Struktur
pasar Media Indonesia adalah kalangan menengah ke atas atau B+ hingga A+. Media
Indonesia membidik sekiranya para golongan tersebut dari pembaca pemula, yaitu
mahasiswa. Isi berita Media Indonesia mengutamakan berita yang faktual taraf
nasional. Media Indonesia juga sangat membatasi pengiklan karena sasaran
khalayaknya. Struktur kepemilikan Media Indonesia murni milik Surya Paloh dan
bukan merupakan perusahaan TBK atau LBK yang diperuntungkan banyak orang.
G.
Dampak
Konstruksi Realitas Politik Media Massa Terhadap Kehidupan Politik
Dalam
proses perekonstruksian realitas politik ini media massa memiliki dua
kemungkinan, yaitu menjadi saluran komunikasi politik yang mereflesikan
peristiwa-peristiwa politik yang terjadi atau menjadi agen politik di mana
terutama para jurnalisnya bertindak selaku komunikator politik dalam kategori
profesional. Perbedaan peran ini akan berpengaruh pada citra realitas politik
yang dihasilkannya. Yang berpengaruh dalam konstruksi realitas politik media
massa terhadap kehidupan politik, yaitu :
1. Kekuasaan
Media (Media Power)
Media
massa tumbuh tidak hanya menjadi kekuatan pengontrol kekuasaan, tetapi telah
menjadi kekuatan politik, ekonomi, dan budaya akibat dari perkembangan
teknologi komunikasi, globalisasi, liberalisasi, dan komersialisasi. Media massa
menjadi power baru yang apabila
dibiarkan dapat menjadi ancaman tersendiri bagi demokrasi.
2. Hukum
Kepemilikan
Menurut
Douglas North (1984), kepemilikan meliputi kekayaan fisik yang mencakup
objek-objek konsumsi, tanah, dan kapital maupun kekayaan yang bersifat tidak
nyata, seperti ide-ide, puisi, formula, dan lain-lain. Menurut Alchian (1993),
terdapat tiga elemen utama hak kepemilikan, yaitu :
a) Hak
ekslusif untuk memilih penggunaan dari suatu sumber daya.
b) Hak
untuk menerima jasa-jasa atau keuntungan dari sumber daya yang dimiliki.
c) Hak
untuk menukarkan smber daya yang dimiliki sesuai persyaratan yang disepakati.
3. Kelembagaan
dan Pasar
Menurut
Caporaso dan Levine (1993), bentuk kaitan antara institusi dan pasar ada tiga,
yaitu :
a) Pasar
itu sendiri adalah institusi.
b) Institusi
biasanya membatasi ruang lingkup pertukaran pasar.
c) Institusi-institusi
politik bisa dimanfaatkan untuk mengubah insentif yang mendasari pertukaran
pasar.
4. Kepemilikan
Media (Media Ownership)
Media
massa merupakan produsen budaya yang lebih berperan sebagai media bisnis
pencari keuntungan. Pada dasarnya isi media lebih diarahkan secara profesional
untuk melayani kepentingan atau kebutuhan orang banyak alias pasar. Kepemilikan
media tidak dapat dipisahkan dari kepentingan ekonomi politiknya. Interest atau kepentingan pemilik media
dikhawatirkan akan mempengaruhi pesan yang disampaikan media dan hegemoni
ideologi media yang akhirnya berpengaruh kepada khalayak.
H.
Ekonomi
Politik
a.
Pengertian
Menurut The New Palgrave ekonomi-politik adalah
ilmu menganai kesejahteraan dan berkaitan dengan usaha-usaha yang dilakukan
manusia untuk menawarkan keinginan dan memuaskan keinginannya. Secara historis
Mosco mencatat ekonomi politik (sebelum menjadi disiplin ilmu dan sebelum
dikukuhkan sebagai deskripsi intelektual bagi sistem produksi, distribusi, dan
perubahan) mengandung makna tradisi sosial, praxis,
dan pengetahuan untuk mengatur rumah tangga, surat-menyurat, dan berbagai
aktivitas komunikasi lainnya.
Secara khusus
term ‘ekonomi’ didasarkan pada kosakata Yunani, yaitu oikos yang berarti ‘rumah’ dan nomos
yang berarti ‘hukum’. Oleh karena itu, pada mulanya ekonomi merujuk pada
pengertian pengaturan rumah tangga. Sedangkan politik berasal dari kosakata
Yunani polis yang mengandung
pemahaman citu-state, unit dasar
organisasi politik semasa periode klasik. Oleh karena itu, ekonomi politik
asalnya digunakan dalam manajemen politik dan keluarga rumah tangga.
b.
Ekonomi-Politik Media
Studi mengeai
relasi-relasi sosial khususnya relasi kekuasaan yang dalam interaksinya secara
bersama-sama menentukan aspek produksi, distribusi, dan konsumsi.menurut
Vincent Mosco, ekomoni-politik itu sendiri merupakan studi menganai perubahan
sosial dan transformasi sejarah.
c.
Critical Political Economy
Critical
political economy menurut Golding dan Murdoch,
ekonomi-politik secara khusus tertarik dalam menginvestigasi dan
mendeskripsikan late capitalism
(kapitalisme akhir). Isu dan fokusnya terletak pada cara-cara bagaimana
aktivitas komunikasi distrukturkan oleh distribusi yang tidak merata mengenai
sumber daya material dan simbolik.
d.
Liberal Political Economy
Ekonomi-politik
dalam perubahan sosial dan transformasi sejarah sebagai suatu doktrin dan
seperangkat prinsip untuk mengorganisir dan menangani ekonomi pasar guna
tercapainya suatu efisiensi yang maksimum, pertumbuhan emonomi, dan
kesejahteraan individu. Isu dan fokusnya terletak pada struktur dan mekanisme
pasar.
e.
Karakteristik Ekonomi Politik
Karakteristik
ekonomi politik dibagi menjadi empat. Pertama,
merupakan studi mengenai perubahan sosial dan transformasi sejarah. Kedua, studi berakar dari suatu analisa
yang lebih luas mengenai totalitas sosial. Ketiga,
karakteristiknya filsafat moral, yaitu mengacu kepada nilai-nilai sosial dan
konsepsi mengenai konsep sosial. Keempat,
karakteristiknya praxis, yaitu suatu
ide yang mengacu kepada aktivitas manusia dan secara khusus mengacu pada
aktivitas kreatif dan bebas.
f.
Entry Concept Ekonomi Politik
Entry concept
ekonomi politik dibagi menjadi tiga, yaitu :
1. Komodifikasi
Komodifikasi adalah
pemanfaatan barang dan jasa yang dilihat dari kegunaannya yang kemudian
ditransformasikan ke dalam komoditas yang dinilai dari apa maknanya di pasar. Sedangkan
komodifikasi isi merupakan proses mengubah pesan dan sekumpulan data ke dalam
sistem makna menjadi produk-produk yang dapat dipasarkan. Komoditi khalayak
adalah di mana media massa menghasilkan proses di mana perusahaan media
memproduksi khalayak dan menyerahkannya pada pengiklan. Komoditi cybernetic terdiri dari dua
komodifikasi. Pertama, komodifikasi intrinsic yaitu khalayak sebagai media
yang berpusat pada pelayanan jasa rating khalayak. Kedua, komodifikasi extensive
yaitu proses komodifikasi yang menjangkau seluruh kelembagaan pendidikan
informasi pame.
2. Spalialisasi
Spasialisasi adalah
the institutional extension of corporate
in the communication industry (perpanjangan kelembagaan perusahaan dalam
industri komunikasi). Spasialisasi dibagi menjadi dua bentuk, yaitu
spasialisasi horisontal dan spasialisasi vertikal. Spasialisasi horisontal
adalah ketika sebuah perusahaan yang ada dalam jalur media yang sama membeli
sebagian besar saham pada media lain yang tidak ada hubungannya langsung dengan
bisnis aslinya atau ketika perusahaan mengambil alih sebagian besar saham dalam
suatu perusahaan yang sama sekali tidak bergerak dalam bidang yang sama
(media). Contohnya seperti Media Grup dengan Hotel Papandayan. Spasialisasi vertikal
adalah konsentrasi perusahaan dalam suatu jalur usaha yang memperluas kendali
sebuah perusahaan atas produksi. Cohtohnya seperti MNC yang mempunyai tiga
stasiun TV, radio, dan media cetak.
3. Strukturasi
Strukturasi menggambarkan proses melalui mana
struktur dibangun dari agensi manusia meskipun mereka menyediakan ‘meduim’ dari
konstitusi tersebut.konstitusi sosial itu sendiri terbagi atas konstitusi
struktur dan konstitusi agensi. Karakteristik yang terpenting dalam teori ini
adalah kekuatan yang diberikan pada perubahan sosial.