Selasa, 27 Februari 2018

Mengatasi 'Warning Mbank50' Mobile Banking BNI

Gue mau share pengalaman pribadi gue beberapa waktu lalu. Karena gue udah ngubek-ngubek Google ga ada yang bahas si Mbank50 BNI ini. Jadi ceritanya pas gue ganti HP dan instal ulang Mobile Banking BNI, gue kira bakalan bisa langsung login, ternyata... Tetot! Ada peringatan Mbank51 kalo ga salah, gue disuruh aktivasi ulang ke banknya langsung. Duuuh akun gue otomatis dinonaktifin sama BNI-nya, padahal beberapa hari sebelumnya masih bisa dipake. Singkat cerita langsung cus tuh ke BNI deket rumah, kebetulan tempat bikin tabungan dulu. Setelah sampe depan CS gue bilang abis ganti HP, tapi akun gue malah gabisa dibuka. Langsung dicek dan akun gue dibilang nonaktif, terus diaktivasi ulang sama mbanya. Prosesnya sama kaya pas bikin akun Mobile Banking, buat jaga-jaga jangan lupa bawa buku tabungan, KTP, dan kartu ATM. Sebelom gue pulang mba-mba CS-nya bilang kalo sore udah bisa dipake. Gue disuruh coba-coba login terus sampe bisa, dengan pedenya gue pulang gitu aja ke rumah. Udah sore nihya ceritanya terus gue coba login dah tuh, ehtapi kok si Mobile Banking ini gamau ngirimin kode verifikasi ke nomer gue. Pulsa gue ketarik tapi itu aplikasi cuma ngirim kode-kode verifikasi ke operator, nah si operator ini gamau kirim balik kode verifikasinya. Tau-tau muncul warning Mbank50 ini, katanya gue disuruh mastiin nomer defaultnya itu sama kaya yang kedaftar di sistem. Giliran gue ganti nomer defaultnya ke nomer lain, dibilang nomernya bukan yang kedaftar buat akun gue wkwk Sebulan ada kali tuh gue login kaya gitu terus, gue pikir bakalan bisa bener sendiri eh taunya ga. Sakit tapi ga berdarah pak...

Setelah beberapa lama akhirnya gue ke banknya lagi, tapi mba-mba CS-nya udah ganti. Gue bilang lagi tuh akun gue tetep gabisa walaupun waktu itu udah diaktivasi ulang. Niat awal gue mau tutup akun dan bikin akun baru atau ganti nomer HP-nya aja, tapi kata mbanya gabisa. Dia ngecek akun gue dan mastiin data pribadi gue sambil ngetik-ngetik gitu. Dia ngeyakinin gue kalo akun gue bisa dipake lagi. Pas udah selesai mbanya bilang akun gue bisa dipake sore, sama kaya yang udah-udah... tapiku tak mau percaya begitu saja wkwk Siang sekitar jam 2 ada sms dan email yang masuk dari BNI, ternyata pemberitahuan pengubahan data atas inisiatif gue sendiri. Pengubahan data tapi datanya ga ada yang berubah, nah gimana coba itu? Haha Jadi, mbanya ketik-ketik tadi tuh minta pengajuan pengubahan data akun gue. Nomer HP dan email gue semacem diinput ulang, jadi pengubahan data dengan data yang sama gitu pokoknya. Abis ada pemberitahuan kaya gitu langsung gue periksa akun gue dan tadaaaa akun gue udah bisa dipake lagi.

Intinya... Gue ga yakin sih apa yang gue share berfaedah dan bisa ngebantu orang lain wkwk Jadi, kalo punya permasalahan kaya gue gini, udah gausah babibu mikir-mikir mau ke banknya langsung apa ga. Soalnya emang cuma bisa dibenerin di banknya langsung sih. Nah, kalo udah sampe di depan CS bilang aja mau aktivasi ulang karena abis ganti HP. Sekalian minta pengubahan data dan minta diinput ulang data pribadi kita biar ga bolak-balik kaya gue. Ga perlu ganti akun, nama akun, nomer HP, atau alamat email. Kalo prosesnya berhasil kita bakalan dikirimin sms dan email, udah pasti bisa dipake lagi akunnya. Pas login kita disuruh bikin mpin dan password transaksi baru (ga boleh sama kaya yang dulu). Pokoknya kuncinya itu di notifikasi dari pihak BNI, kalo sampe seharian ga ada notifikasi ya siap-siap aja bolak-balik kaya gue. Selamat mencoba, semoga berhasil!

Selasa, 16 Desember 2014

Penggunaan Media Baru pada Pemilu 2014, Studi Kasus Partai Golkar dan PKB (Materi Kesepuluh)

A.      Pengertian Media Baru
Menurut Terry Flew (2005) media baru sering kali diidentikan dengan internet. Media baru bersifat konvergen (terpusat), memiliki jaringan digital, jangkauannya global, serta interaktif dan komunikatif dari banyak pihak ke pihak lainnya. Kehadiran media baru tentu saja langsung menggeser media lama di tengah masyarakat.

B.       Dampak Positif Media Baru
Ada beberapa dampak positif dari perkembangan media baru, yaitu :
1.    Kemajuan dalam pengolahan informasinya dapat memperluas daya bakat dan kemampuan manusia.
2.    Sistem-sistem pada media baru akan menjamin kenyamanan pribadi yang lebih besar bagi masing-masing individu.
3.    Masyarakat akan lebih baik dalam menulis, lebih cepat, menyimpan, dan berhubungan lebih baik dengan ide.
4.    Individu tidak hanya sekedar merasakan efisiensi yang tinggi dalam melakukan tugas harian, tetapi juga lebih besar dalam melakukan interaksi dengan orang dan kepentingan yang lainnya. Jadi merangsang kreativitas dan partisipasi politik juga.
5.    Pendidikan dapat dibuat secara lebih demokratis, yaitu dengan menggunakan komputer dalam metode mengajarnya. Hal tersebut akan bersifat responsif kepada individu, kepada kebutuhan, dan gaya belajar untuk siswa tertentu.
6.    Karakteristik penanganan informasi yang membosankan akan disembuhkan oleh adanya media baru.
7.    Komputer akan membuat sistem informasi yang sekarang masih tidak cocok menjadi cocok.

C.      Dampak Negatif Media Baru
Di samping dampak positif, tentu saja dengan adanya media baru menimbulkan dampak negatif juga. Di antaranya yaitu :
1.    Rasa sosial masyarakat terhadap lingungan sekitar menjadi berkurang atau acuh.
2.    Membudayanya budaya massa dalam suatu komunitas.
3.    Terjadinya polusi informasi.
4.    Meningkatnya kejahatan tekhnologi, seperti pelanggaran hak cipta, pembajakan, dan kejahatan dunia maya.
5.    Tumbuhnya sikap hedonisme dan konfumtif pada individu.

D.      Masalah yang Disoroti dari Media Baru
Ada empat msalah yang disoroti dari media baru, yaitu :
a)    Berhubungan dengan Kekuasaan dan Ketidaksetaraan
Lebih sulit jika menghubungkan media baru dengan kepemilikan dan praktik kekuasaan. Kepemilikannya tidak secara jelas diidentifikasikan dan tidak ada pula monopoli akses atas arus informasi dan konten supaya lebih mudah dikontrol.
b)   Integrasi Sosial dan Identitas
Wilayah konseptualnya kurang lebih sama dengan yang sebelumnya. Isu yang masih sama adalah apakah media baru merupakan kekuatan untuk memecah atau menyatukan masyarakat.pengaturan dasar dan sifat penggunaan dari internet mengarah pada perpecahan sosial.
c)    Perubahan Sosial dan Perkembangan
Media merupakan partisipan yang cocok untuk mempengaruhi perubahan sosial karena lebih terlibat, fleksibel, dan kaya informasi. Beberapa media baru juga mandiri dalam infrastrkturnya.
d)   Ruang dan Wktu
Banyak yang mengatakan jika media baru melampaui batas ruang dan waktu. Namun, sebagaimana pun canggihnya suatu media baru, kita masih tidak memiliki akses yang lebih baik untuk ke masa lalu atau ke masa depan atau bahkan lebih banyak waktu untuk komunikasi.

E.       Media Baru Vs Media Lama
Media baru telah digunakan sejak tahun 1960-an dan sudah mencakup seperangkat teknologikomunikasi yang kian berkembang dan beragam. Ada dua dampak akibat dari semua ini, yaitu :
1.    Pada dasarnya media lama juga mendapatkan keuntungan yang besar dari inovasi media baru dan juga mendapatkan saingan baru.
2.    Revolusi komunkasi secara umum mengubah ‘keseimbangan kekuatan’ dari media kepada khalayak. Mereka lebih memiliki pilihan untuk memilih dan menggunakan media yang tersedia secara aktif.
F.       Karakteristik untuk Membedakan Media Lama dengan Media Baru
Ada beberapa karakteristik yang dapat membedakan perspektif pengguna antara media lama dan media baru, yaitu :
1)   Interaktivitas
Seperti yang ditunjukkan oleh rasio respon atau inisiatif dari sdut pandang pengguna terhadap penawaran sumber atau pengirimnya.
2)   Kehadiran Sosial
Kontak personal dengan orang lain dapat dimunculkan oleh penggunaan media.
3)   Kekayaan Media
Media dapat menjembatani kerangka referensi yang berbeda-beda, mengurangi ambiguitas, memberikan lebih banyak petunjuk, melibatkan lebih banyak indera, dan lebih personal.
4)   Otonomi
Derajat saat seorang pengguna merasakan kendali atas konten dan penggunaan mandiri dari sumber.
5)   Unsur Bermain-main
Kegunaan untuk hiburan dan kesenangan sebagai lawan dari sifat, fungsi, dan alat.
6)   Privasi
Hal yang berhubungan dengan kegunaan media dan konten tertentu.
7)   Personalisasi
Derajat di mana konten dan penggunaan menjadi personal dan unik.

G.      Partisipasi Politik, Media Baru, dan Demokrasi
Keuntungan teoritis dari media baru untuk politik demokrasi, yaitu :
1.    Ruang untuk interaktivitasnya arus satu arah.
2.    Kehadiran komunikasi vertikal dan horizontal mempromosikan kesetaraan
3.    Hilangnya perantara berarti berkurangnya peran jurnalisme untuk melakukan mediasi antar hubungan antara warga dan politikus.
4.    Ongkos yang rendah untuk pengirim dan penerima.
5.    Kontak langsung bagi dua belah pihak.
6.    Hilangnya batasan terhadap kontak.

H.      Teori Efek
Stanley J. Baran membagi dua istilah dalam teori efek dalam bukunya yang berjudul ‘Mass Communication Theory : Foundations, Ferment, and Future’, yaitu :
1)   Teori Efek Tidak Langsung
Adalah ketika media terlihat memiliki efek, maka efek tersebut disaring melalui bagian-bagian masyarakat.
2)   Teori Efek Terbatas
Adalah ketika media memiliki efek yang minim atau terbatas karena efek tersebut dikurangi oleh berbagai variabel.

I.         Analisis Kasus
Kasus yang dianalisis adalah tentang penggunaan media baru dalam Pemilu 2014 oleh Partai Golkar dan PKB. Sistem pengumpulan data yang digunakan adalah melalui wawancara. Interpretivis melihat beberapa persoalan dalam kuesioner. Pertama adalah tentang apa yang dikatakan orang tidak selalu tentang apa-apa yang terjadi dalam kenyataan. Jika dalam urutan pertanyaan terjadi kesalahan, maka akan mengakibatkan hasil yang berbeda dengan kenyataan. Masalah kedua dalam kuesioner adalah bahwa usaha untuk menstandarisasi makna respon ‘dipastikan akan gagal’. Ketiga adalah kuesioner mempunyai pitensi menjadi ‘eksplotatif’. Wawancara dianggap sebagai alternatif dalam melakukan riset. Manfaat lain dari wawancara adalah akan memfasilitasi kemampuan kita untuk mendapatkan informasi yang tidak tercatat dalam dokumen, informasi dari sebuah kejadian, dan kepribadian yang relevan. Wawancara itu sendiri adalah pertemuan antara periset dan responden di mana jawaban responden akan menjadi data mentah.

J.        Kelebihan dan Kekurangan Penggunaan Data Kualitatif dalam Riset Politik
Ada beberapa kelebihan dan kekurangan dalam penggunaan data kualitatif dalam riset politik, yaitu :
a)    Kelebihan
-       Memiliki peluang yang lebih besar untuk mengeksplorasi keyakinan dan sikap.
-       Dapat menjelaskan ‘mengapa’ dan ‘bagaimana’, bukan hanya menjelaskan ‘apa’ saja.
-       Lebih mengandalkan tindakan dan pikiran dari responden.
b)   Kekurangan
-       Datanya bersifat atypical, jadi terbatas dalam kemampuan untuk membuat generalisasinya.
-       Problem interpretasinya adalah periset yang berbeda mungkin dapat menginterpretasikan responden yang sama secara berbeda pula.
-       Mungkin periset menjadi terlibat dan bersimpati terhadap partisipan tertentu.
-       Membutuhkan waktu yang banyak.

K.      Penggunaan Media Baru oleh Partai Golkar dan PKB
Setelah dilakukan penelitian terhadap dua partai di atas, telah ditemukan bahwa kedua partai tersebut sama-sama menggunakan media baru sebagai salah satu fasilitas untuk kampanye pemilu pada tahun 2014 ini. Dalam PKB sendiri penggunaan media baru dapat menaikkan presentase pemilih pemula sekitar 40 persen. Sedangkan dalam penggunaan media sosial tentunya memiliki efek yang besar, terutama dalam pemilu yang berlangsung pada beberapa waktu yang lalu. Terlebih lagi ketika mendulang perolehan suara Partai Golkar, walaupun tidak dicantumkan secara jelas berapa presentase kenaikan suara yang diperoleh akibat penggunaan media baru tersebut.
Ada beberapa cara media dalam mendukung ranah publik, yaitu :
1.    Memperluas ruang untuk debat.
2.    Mengedarkan informasi dan gagasan sebagai gagasan opini publik.
3.    Saling menghubungkan antara warga dengan pemerintah.
4.    Menyediakan informasi yang bergerak.
5.    Menentang monopoli pemerintah dalam bidang politik.
6.    Memperluas kebebasan dan keragaman dalam publikasi.
Dari penggunaan media baru ini tentu saja memiliki kelebihan dan kekurangan masing-masing, di antaranya adalah sebagai berikut :
a)    Kelebihan
-       Dapat menjangkau masyarakat dari berbagai daerah.
-       Lebih memudahkan proses kampanye dalam hal waktu dan jarak.
-       Dapat menjamah semua golongan hanya dari satu tempat saja.
-       Lebih mudah dalam menyampaikan visi dan misi partai kepada golongan muda-mudi.
-       Masyarakat bisa langsung menyalurkan aspirasi pendapat.
b)   Kekurangan
-       Lebih rawan dengan aksi bully-ing.
-       Terkadang masyarakat menyampaikan aspirasi dengan menggunakan bahasa yang kasar dan berani.
-       Sering terjadi black campaign.
-       Penyampaian visi dan misi terkadang tidak bisa dilakukan secara optimal karena keterbatasan ruang.

-       Tidak dapat diketahui secara pasti siapa pengguna internet yang melakukan bully-ing.

Senin, 01 Desember 2014

Teori Hierarki Studi Kasus “Majalah Tempo” (Materi Kesembilan)

A.    Teori Hierarki Pengaruh Isi Media
Teori ini pertama kali diperkenalkan oleh Pamela J. Shoemaker dan Stephen D. Reese. Teori hierarki pengaruh isi mendia menjelaskan tentang pengaruh terhadap isi dari suatu pemberitaan media yang dipengaruhi oleh faktor internal dan eksternal. Shoemaker dan Reese membagi beberapa level pengaruh isi media, yaitu pengaruh dari individu pekerja media (individual level), pengaruh dari rutinitas media (media routines level), pengaruh dari organisasi media (organizational level), pengaruh dari luar media (outside media level), dan pengaruh ideologi (ideology level).
Asumsi dasar dari teori ini adalah bagaimana isi pesan media yang disampaikan kepada khalayak merupakan hasil pengaruh dari kebijakan internal organisasi media dan pengaruh dari eksternal media tersebut. Pengaruh internal berkaitan dengan kepentingan dari pemilik media, individu wartawan sebagai pencari berita, dan rutinitas organisasi media. Sedangkan pengaruh eksternal berhubungan dengan para pengiklan, pemerintah, masyarakat, dan lain-lain. Dari teori ini kita dapat meihat seberapa kuat pengaruh yang terjadi pada tiap-tiap level dalam Majalah Tempo.

B.     Level Pengaruh Individu Pekerja Media (Majalah Tempo)
Dalam Majalah Tempo, faktor latar belakang dan karakteristik seseorang itu sangat penting. Maka dari itu Majalah Tempo memberikan persyaratan terkait dengan masalah latar belakang seseorang, seperti minimal harus sarjana S1 dan mampu berbahasa asing. Dalam Majalah Tempo juga ternyata hanya sedikit yang memiliki latar belakang dari jurusan jurnalistik, namun dalam kinerjanya tidak kalah hebat dengan lulusan dari jurusan jurnalistik.

C.    Level Rutinitas Media (Majalah Tempo)
Terkait dengan level ini, Majalah Tempo lebih mengedepankan tentang apakah suatu isu harus menjawab apa-apa yang menjadi hak publik, karena menurut mereka itu jauh lebih tinggi harganya dibandingkan dengan bisa terjual atau tidaknya majalah tersebut. Tempo juga memiliki kebijakan bahwa tidak ada simbiosis mutualisme terhadap lembaga-lembaga yang memiliki kepentingan tertentu. Para ekera (jurnalis) menulis sesuai dengan fakta.

D.    Level Pengaruh Organisasi (Majalah Tempo)
Pada level ini berkaitan dengan struktur manajemen organisasi pada sebuah media, kebijakan sebuah media, dan tujuan sebuah media. Level ini memiliki pengaruh yang lebih kuat dibandingkan dengan level sebelumnya karena kebijakan terbesar dipegang oleh pemilik media melalui editor pada sebuah media. Jadi, penentu kebijakan pada sebuah media dalam menentukan sebuah pemberitaan tetap dipegang oleh pemilik media. Dalam kebijakan di Majalah Tempo, reporter tidak boleh mengambil keputusan sendiri, harus sesuai urutan. Wartawan harus lapor ke staf redaksi, dari staf redaksi lapor ke redaktur, kemudian redaktur lapor ke jurnal editor, jurnal editor lapor ke best editor, best editor lapor ke eksekutif editor, lalu editor menyampaikannya lagi kepada pimpinan redaksi.

E.     Level Pengaruh Luar Organisasi Media (Majalah Tempo)
Dalam Majalah Tempo, level ini sangat berpengaruh karena dilihat dari sumber berita, seorang jurnalis tidak dapat menuliskan isi berita apabila tidak ada sumber bertia, sumber-sumber yang dipercayai untuk memberikan keterangan. Pembaca dan pengiklan diakui sangat diperlukan karena keduanya yang membiayai jalannya produksi.

F.    Level Pengaruh Ideologi (Majalah Tempo)

Level ini berkaitan dengan konsepsi atau posisi seseorang dalam menafsirkan realitas dalam sebuah media. Pada level ini pembahasan akan lebih luas karena mengenai bagaimana kekuatan-kekuatan yang bersifat abstrak seperti ide dapat mempengaruhi sebuah media terutama ide dari kelas yang berkuasa. Kita melihat lebih jauh bagaimana ideologi kelas yang berkuasa mempengaruhi sebuah pemberitaan bukan dengan kepentingan yang bersifat individu atau yang bersifat mikro, melainkan kepentingan dari kelas yang berkuasa.

Proses Peniruan Realitas Sosial, Studi Kasus Film dan Teori-teori Peniruan Dari Media (Materi Kedelapan)

A.      Teori Komunikasi Inti
Teori komunikasi inti dibagi menjadi lima bagian, yaitu :
1.    Pembentukan Pesan
Pada teori komunikasi inti yang pertama kali dapat dilihat adalah pembentukan pesan. Pembentukan pesan itu sendiri adalah :
a.    Bagaimana kita menciptakan sesuatu yang kita tulis.
b.    Apa yang kita katakan atau ungkapkan kepada orang lain.
c.    Proses kejiwaan atau mental yang seperti apa yang terlibat.
d.   Seberapa jauh dan dengan cara bagaimana pesan-pesan itu diciptakan dalam hubungannya dengan pihak lain.
e.    Bagaimana proses pembentukan pesan itu berbeda pada satu budaya dengan budaya lainnya.
f.     Bagaimana budaya itu sendiri memberikan pengaruh dalam proses pebentukan pesan.
2.    Pembentukan Makna
Pembentukan makna itu sendiri adalah :
a.    Bagaimana manusia memahami pesan dan bagaimana makna tersebut terbentuk melalui berbagai proses interaksi.
b.    Bagaimana pikiran mengolah informasi dan menafsirkan pengalaman.
c.    Seberapa jauh dan dengan cara yang seperti apa makna dan pemahaman telah menjadi produk budaya.
3.    Struktur Pesan
Struktur pesan adalah bagaimana pesan disusun dan bagaimana pesan tersebut diorganisir. Struktur pesan terdiri atas unsur-unsur pesan dalam bentuk tulisan, kata-kata yang diucapkan, dan bentuk komunikasi nonverbal.
4.    Dinamika Interaksi
Dinamika interaksi menjelaskan tentang hubungan dan adanya saling ketergantungan di antara peserta komunikasi dengan penciptaan makna secara bersama-sama. Dinamika ini membahas tentang hubungan timbal balik, penciptaan dan penerimaan pesan antara pihak-pihak dalam suatu transaksi komunikasi, dan tanpa memandang apakah pihak itu individu atau kelompok.
5.    Dinamika Sosial
Dinamika sosial membahas tentang bagaimana kekuasaan dan sumber-sumber ekonomi didistribusikan oleh masyarakat dan bagaimana kebudayaan terbentuk serta interaksi di antara segmen masyarakat.

B.       Teori Komunikasi Ide
Unsur ide perlu mendapatkan banyak perhatian dibandingkan dengan unsur-unsur yang lain karena pada dasarnya yang dikomunikasikan adalah ide.

C.      Teori Persuasi
Persuasi merupakan perubahan sikap akibat paparan informasi dari orang lain dan merupakan bentuk komunikasi yang paling mendasar.

D.      Teori Peniruan
Teori peniruan dibagi menjadi empat bagian, yaitu :
1.    Imitasi
Imitasi merupakan suatu proses kognisi untuk melakukan tindakan maupun aksi seperti yang dilakukan oleh model dengan melibatkan indera sebagai penerima rangsang dengan kemampuan aksi untuk melakukan gerakan motorik dan melibatkan kemampuan kognisi tahap tinggi.
2.    Identifikasi
Identifikasi dibagi menjadi tiga konsep, yaitu :
a.    Perilaku ketika seseorang bertindak atau merasa seperti orang lain.
b.    Satu motif dalam bentuk suatu kegiatan untuk berbuat atau menjadi seperti orang lain.
c.    Proses atau mekanisme melalui mana anak-anak meniru suatu model dan menjadikan dirinya seperti model tersebut.
3.    Social Learning
Menurut Mischel (1971) teori perilaku memberikan peran penting bagi penegakan dan imbalan. Penegakan dan perangsang telah ditunjukkan berulang kali sebagai pengaruh yang kuat dalam belajar dan dalam pilihan perilaku pada banyak situasi.
4.    Reinforcement Imitasi
Terdapat tiga kelas utama perilaku yang sering diberi label sebagai imitasi, yaitu :
a.    Same Behavior.
b.    Copying.
c.    Matched-dependent Behavior.

E.       Teori Opini dan Sikap Publik
Ada beberapa faktor yang mempengaruhi kesempatan efek media terhadap opini dan sikap, yaitu :
-  Otoritas, kewenangan, kredibilitas yang dipersepsikan atas sumber.
-  Konsistensi konten pesan media.
-  Keterkaitan dan kesetiaan terhadap sumber.
-  Motif perhatian terhadap media.
-  Persetujuan terhadap konten dengan opini atau keyakinan yang telah ada.
-  Jumlah dan kualitas perhatian yang diberikan.
-  Keahlian dan daya tarik pesan dan penyajian.
-  Dukungan dari kontak personal dan lingkungan.

F.       Keterkaitan antara Teori di Atas dengan Pengangkatan Realitas serta Opini dan Sikap dalam Film Unlimited Love
1.    Komunikasi Inti
Haryanto Corakh telah melalui teori komunikasi inti dalam dirinya saat mulai membentuk pesan, makna, struktur dinamika interaksi, dan struktur dinamika sosial yang telah membuat alur cerita dari film tersebut saling berkaitan satu dengan yang lainnya untuk membangun sebuah makna.
2.    Komunikasi Ide
Setelah terjadi kesepakatan, Haryanto Corakh mulai mengkonstruksi ide yang dibahas dalam komunikasi ide.  Komunikasi ide itu sendiri adalah sebuah konsep atau tujuan yang ingin diungkapkan kepada audience agar mereka dapat menerima ide dari komunikan dengan baik.
3.    Persuasif
Dalam film ini, Haryanto Corakh memiliki tujuan untuk mengajak audience secara persuasif untuk tidak menjauhi para penderita penyakit HIV AIDS.
4.    Teori Peniruan
Haryanto Corakh tidak hanya sekedar mengangkat realitas kehidupan seseorang yang terinfeksi virus HIV AIDS yang pada dasarnya mereka menjadi kaum minoritas yang sering dibatasi ruang lingkup gerak-geriknya oleh masyarakat. Namun, pengangkatan realitas kehidupan dalam film ini lebih menekankan pada bagaimana seseorang yang telah divonis hidupnya hanya tersisa tiga bulan lagi dan dihadapkan oleh dua pilihan hidup, yaitu meninggal dalam keadaan tobat di jalan Tuhan atau meninggal dalam kesedihan dan menghabiskan waktu dengan sia-sia. Haryanto Corakh lebih memilih mengangkat tentang penderita HIV AIDS yang bertobat dan kembali ke jalan Tuhan.
5.    Sikap dan Opini
Sikap dan opini yang ingin disampaikan oleh Haryanto Corakh dalam film ini adalah agar masyarakat sebagai audience tidak cepat menjauhi dan berpikiran negatif terhadap orang-orang yang terjangkit penyakit tersebut.

G.      Teori-teori Peniruan dari Media
1.    Teori Social Learning
Mischel (1971) menjelaskan bahwa teori perilaku memberikan peran penting bagi peneguhan (reinforcement)dan imbalan (reward) dalam sebuah proses belajar dari media. Alasannya adalah reinforcement dan perangsang telah ditunjukkan berulang kali sebagai pengaruh yang kuat dalam pilihan perilaku dan banyak situasi (setting) serta pola perilaku juga tergantung pada harapan dari individu menyangkut hasil (the outcomes).
2.    Teori Reinforment Imitasi
Miller dan Dollard (1941) merincikan kerangka teori ini dalam istilah instrumental coditioning, yaitu :
a.    Same Behavior
Dua individu memberikan respon masing-masing secara independen tapi dalam cara yang sama terhadap stimuli lingkungan yang sama. Sehingga sekalipun mereka terpisah tetap bisa tampak seakan-akan terjadi peniruan.
b.    Copying
Berusaha mencocokkan perilakunya sedekat mungkin dengan perilaku orang lain sehingga terjadi proses peniruan di mana individu harus mampu memberikan respon terhadap syarat-syarat atau tanda-tanda kesamaan.
c.    Matched-dependent Behavior
Seorang individu belajar untuk menyamakan tindakan orang lain karena memperoleh imbalan dari perilaku tiruannya (imitatifnya).
3.    Faktor Observational Learning
Ada empat faktor Observational Learning, yaitu attention, retention, motoric reproduction, dan faktor intensif atau motivasional.
4.    Teori Model Sosial

Perilaku dari khalayak yang dipengaruhi secara kuat oleh pengamatan tindakan atau hasil perbuatan orang lain (role model) dan exposure (pembukaan) mempengaruhi keadaan emosional seseorang.