A.
Masa Hidup
Abu Bakr Muhammad ibn ‘Abd al-Malik
ibn Muhammad ibn Muhammad ibn Tufail atau yang biasa disebut dengan Ibn Tufail
lahir pada abad ke-6 H/ke-12 M di Guadix, di provinsi Granada. Ia merupakan pemuka
besar pertama pemikiran filosofis Muwahhid dari Spanyol. Ibn Tufail memulai
karirnya sebagai dokter praktek di Granada dan karena ketenaran dalam jabatannya
itu kemudian ia diangkat menjadi sekretaris gubernur di propinsi tersebut. Pada
tahun 549 H/1154 M, ia menjadi sekertris gubernur Ceuta dan Tagier. Kemudian ia
menduduki jabatan sebagai dokter tinggi dan menjadi Qadhi di pengadilan serta
wazir. Tahun 578 H/1182 M ibn Tuffail meninggalkan jabatannya sebagai dokter
pemerintah karena usia lajut.
B.
Karya-karyanya
Hanya sedikit sekali karya-karya
dari ibn Tufail yang dikenal orang. ibn Khatib menyebutkan ada dua risalah
mengenai ilmu pengobatan sebagai karyanya. Kemudian Miguel Casiri (1125 H/1710
M-1205 H/1790 M) menyebutkan ada dua karyanya yang masih ada, yaitu:
1.
Risalah
Hayy ibn Yaqzan
2.
Asrar
al-Hikmah al-Mashiriqiyyah (berbentuk naskah).
Kata pengantar dari Asrar al-Hikmah
al-Mashiriqiyyah menyebutkan bahwa risalah itu hanya merupakan satu bagian dari
Risalah Hayy ibn Yaqzan, yang judul lengkapnya adalah Risalah Hayy ibn Yaqzan
fi Asrar al-Hikamt al-Mashriqiyyah.
C.
Pernyataan Kebenaran Muwahhid
Landasan dinasti Muwahhid berkaitan
dengan nama Tumart yang meninggal tahun 524 H/1130 M. Ia telah memperkenalkan
kepada dunia barat skolatikisme al-Ghazali dan mendesak orang-orang untuk
mempelajari fiqh zahriah (agama negara Muwahhid). Ia digantikan oleh Abu Ya’qub
Yusuf yang meninggal pada tahun 580 H/1184 M, kemudian oleh Abu Yusuf Al-masur
yang meninggal pada tahun 595 H/1199 M. Orang-oirang Muwahhid dikenal karena
keyakinan puritanis mereka mengenai keesaan Tuhan, mereka menganggap filsafat
sebagai bagian dari kebenaran esoteris.
● Hayy Ibn Yaqzan
Kisah ibn Yaqzan ini memang tidak asli dan berasal dari Alexandria, bahkan mungkin berasal dari Persia. Ibn
Tufail yang telah mengubah sebuah kisah sederhana menjadi sebuah kisah roman yang
mengandung makna filosofis yang unik.
● Tujuan Risalah
Secara filosofi, risalah itu merupakan suatu pemaparan yang hebat
tentang teori ibn Tufail mengenai pengetahuan. Dan
ibn Tufail
mengikuti jalan tengah, melalui
risalahnya ia menjembatani jurang pemisah antara dua pihak (Aristoteles dengan Neo-Platonis dan
al-Ghazali
dengan ibn Bajjah).
● Doktrin-doktrin
Doktrin-doktrinnya
dibagi menjadi enam bagian, yaitu:
1.
Dunia
Kekekalan dunia
melibatkan konsep eksistensi tak terbatas yg tak kurang mustahilnya
dibandingkan gagasan tentang rentang tak terbatas.
2.
Tuhan
Dunia ini pasti
mempunyai penciptanya yang tidak berwujud benda. Karena penciptanya berwujud
immaterial, maka kita tidak dapat mengenalinya lewat indera ataupun lewat
imajinasi. Ibn Tufail mempertahankan pendapat mistisnya tentang pandangan
dunia dan Tuhan sama-sama kekal, menurutnya dunia itu bukanlah sesuatu yang
lain dari Tuhan. Mengenai esensi Tuhan yang ditafsirkannya sebagai cahaya, yang
sifat esensialnya merupakan penerangan dan pengejawantahan, Ibn Tufail
memandang dunia ini sebagai pengejawantahan dari esensi Tuhan itu sendiri dan
bayangan cahayanya sendiri yang tidak berawal ataupun berakhir.
3.
Kosmolgi
Cahaya
Ibnu Tufail
menerima prinsip bahwa dari satu tidak ada lagi apa-apa kecuali satu itu. Seperti
cahaya matahari yang terpantul ke cermin, sumber cahayanya itu hanya satu,
yaitu matahari. Sedangkan pantulan cahaya lainnya adalah fana.
4.
Epistemologi
Kesesuaian
antara pengalaman dan nalar (Kant) di satu pihak dan kesesuaian antara nalar
dan intuisi dipihak lain, membentuk epistemologi Ibn Tufail.
5.
Etika
Menurut ibn
Tufail, bukan kebahagiaan duniawi, melainkan penyatuan sepenuhnya dengan Tuhan
lah yang merupakan etika.
6.
Filsafat
Agama
Filsafat
merupakan suatu pemahaman akal secara murni atas kebenaran dalam konsep-konsep
dan imajinasi. Menurut ibn Tufail, agama diperuntukan bagi semua orang, tetapi
filsafat hanya diperuntukkan bagi orang-orang yang berbakat saja.
● Pengaruh
Hanya Hayy ibn Yaqzan yang masih ada
sampai saat ini di antara karya-karyanya yang lain. Walaupun karya tersebut
hanya berupa sebuah roman filsafat pendek, namun pengaruhnya terhadap generasi
berikutnya di Barat sangatlah besar. Mengenai semangatnya, karya itu menyamai
Arabian Nights dan mengenai metode ia bersifat filosofis sekaligus mistis.