Pembahasan utama dalam
materi ini dibagi menjadi empat bagian, yaitu :
1.
Tipe Keilmuan.
2.
Teori dan Perspektif.
3.
Aliran Teori Komunikasi.
4.
Dasar Pengembangan Teori.
Berikut akan dibahas secara lebih
mendalam :
1.
Tipe Keilmuan.
Tipe
Keilmuan
|
Ciri-ciri
|
Scientific
(Ilmiah
─ Empiris)
|
☺
Ilmunya bersifat objektif
(Standarisasi-Reflikasi-Observasi-Konsistensi-Akurasi)
☺ Tujuannya adalah mengobservasi alam
dan menjelaskan sesuatu secara akurat.
☺ Berupaya memperoleh konsensus
(kesepakatan/persamaan) dan mereduksi (mengurangi) perbedaan.
☺ Ada pemisahan antara “Known” dan
“Knower” pada ilmu sebagai aktifitas “Out There”
☺ Dunia dipandang sebagai bentuk yang
dapat diobservasi.
|
Humanistic
(Humaniora
─ Interpretif)
|
☺
Ilmunya bersifat subjektif
(Intuisi-Kreatifitas-Interpretasi-Insight).
☺ Tujuannya adalah memahami respon
subjektif pada individu.
☺ Berupaya untuk mencari interpretasi
alternatif.
☺ Ilmu dipandang sebagai aktifitas “In
Here” dan fokusnya pada seni, pengalaman pribadi, dan nilai.
☺ Merupakan kreatifitas individual.
|
Social
Science
(Ilmu-ilmu
Sosial)
|
☺ Memasukan elemen-elemen yang ada
dalam tipe keilmuan Science dan Humaniora (percampuran antara keduanya).
☺ Tujuannya adalah mengobservasi dan
menginterpretasi pola perilaku manusia.
☺ Berupaya untuk membangun konsensus
dari apa yang telah diobservasi kemudian dijelaskan dan diinterpretasi.
☺ Interpretasinya bersifat kompleks
karena yang diteliti adalah manusia sebagai subjek yang aktif.
|
2.
Ilmu, Konsep, Teori, dan Perspektif
Pertama
akan dibahas terlebih dahulu tentang konsep. Pengertian dari konsep adalah
sekelompok hal atau kegiatan yang dimasukkan ke dalam sebuah kategori. Konsep
itu sendiri merupakan salah satu tujuan pokok dari sebuah teori di mana teori
akan mempresentasikan konsep-konsep berguna. Bagian terpenting dari konseptualisasi
adalah Labeling (mengidentifikasikan
konsep kita dengan simbol, biasanya menggunakan bahasa). Di dalam konsep
terdapat istilah Taxonomy, yaitu
sejumlah daftar konsep tanpa penjelasan bagaimana hal-hal tersebut dapat
terhubung satu sama lain.
Kedua
akan dibahas mengenai teori. Pengertian teori adalah sekumpulan prinsip dan
definisi yang mengorganisasikan dunia empiris secara sistematis. Teori
merupakan abstraksi realitas. Teori itu sendiri terdiri dari sejumlah konsep
yang menyediakan penjelasan. Teori juga sebagai generalisasi yang diterima
secara empiris. Keperluan teori dibagi menjadi dua, yaitu :
Causal
Necessity
(Keperluan
Penyebab)
|
☺ Menjelaskan sesuatu
dalam istilah “Cause-effect”
(Perilaku dipandang sebagai hasil kekuatan penyebab.
|
Practical
Necessity
(Keperluan
Praktis)
|
☺ Menjelaskan sesuatu
dalam istilah “Achieving a goal”
(Tindakan sadar yang didesain untuk mendapatkan masa depan).
|
Fungsi
dari teori itu sendiri adalah untuk mengorganisasikan dan menyimpulkan,
memfokuskan, menjelaskan, mengamati, membuat prediksi, heuristik (untuk
mengembangkan pengetahuan), komunikasi, mengendalikan, dan generatif (untuk
menghasilkan cara hidup baru).
Ketiga
akan dibahas mengenai perspektif. Pengertian perspektif adalah definisi situasi
atau seperangkat gagasan yang melukiskan karakteristik situasi dan memungkinkan
mengambil sebuah tindakan. Perspektif itu sendiri sering disebut dengan
paradigma atau mazhab pemikiran (suatu cara pandang untuk memahami komplesitas
dunia nyata). Perspektif juga bisa diartikan sebagai suatu spesifikasi jenis
tindakan yang layak dan masuk akal dilakukan seseorang dan standar nilai yang
memungkinkan seseorang dapat dinilai.
Jenis Perspektif
|
|
Objective
|
Subjective
|
Nama Lainnya :
☺ Saintifik ☺ Mekanistik
☺ Empiris ☺ Deterministik
☺ Behavioristik ☺ Kuantitatif
☺ Struktural ☺ Deduktif
☺ Positivistik ☺ Atomistik
☺ Fungsionalis ☺ Rasionalistik
Dan
lain-lain.
|
Nama Lainnya :
☺
Humanistik ☺ Naturalistik
☺
Interpretif ☺ Interaksionis
☺
Fenomenologis ☺ Interaksional
☺
Konstruktivis ☺ Kualitatif
☺
Konstruksionis ☺ Induktif
☺
Holistik ☺ Dinamis
☺
Kontemporer Dan Lain-lain.
|
A. Perspektif Objektif
♫ Karakteristiknya
Dalam perspektif objektif realitas dianggap tunggal, seragam, nyata, eksternal,
statis dan diatur oleh hukum universal. Manusia dianggap sebagai objek yang
pasif di mana perilaku manusia dikontrol oleh lingkungan (mekanis) dan dapat
diramalkan (cause-effect). Penelitian pada perspektif objektif bersifat
otonom, berjarak dari subjek penelitian, penelitian berjangka pendek, sampel
besar, menguji teori, dan bersifat generalis. Metodologi empirisnya menekankan
pada eksperimental dan survey korelasional. Analisis dari perspektif objektif
bersifat deduktif (sebuah cara analisis yang dilakukan saat data sudah
terkumpul dan biasanya menggunakan statistik). Kriteria penelitiannya adalah
objektivitas, reliabilitas dan validitas yang menekankan pada kesepakatan
peneliti, kuantifikasi, serta reflikasi penelitian. Penelitian tersebut
dianggap sebagai bebas nilai, etika, dan moral.
♫ Pendekatan Objektive
Pendekatan
objektive dibagi menjadi dua, yaitu :
Pendekatan
Behavioristic
|
|
Karakteristik
|
Contoh teori-teorinya
|
☺ Pendekatan ini memandang manusia sebagai produk lingkungan di luar.
Rangsangan dari luar mempengaruhi
manusia dalam memberikan respon.
☺ Hubungan dalam pendekatan ini bersifat kausal.
Menggunakan positivisme
logis yaitu dengan verifikasi dan penemuan lewat logika.
☺ Metode penelitian dalam pendekatan ini banyak
menggunakan eksperimen terkontrol.
|
☺ Public speaking (Model Aristoteles ).
☺ Teori Informasi (Claude Shannon).
☺ Teori Jarum Hypodermik (Wilbur Schramm).
☺ Teori Belajar Sosial (Albert Bandura).
☺ Teori Disonanasi Kognitif (Leon Festinger).
☺ Teori Pertukaran Sosial (Jhon Thibaut dan Harold Kelley).
☺ Teori Kultivasi (George Gerbner).
|
Pendekatan Struktural Fungsional
|
|
Karakteristik
|
Contoh
teori-teorinya
|
☺
Pendekatan ini dilakukan melalui pengamatan
ilmiah pada perilaku luar (overt behavior). Gagasan tentang jiwa, spirit, kemauan,
pikiran, kesadaran, dan subjektivitas ditolak.
☺
Pendekatan ini juga mengukur pengaruh
struktur sosial terhadap identitas, respon,
dan perilaku manusia melalui peran (role), sosialisasi, dan keanggotaan
kelompok mereka (Socially- determined).
☺ Metode penelitian pada pendekatan ini banyak
menggunakan survey (korelasional).
|
☺ Helical Model (Frank Dance).
☺ ABX Model (Theodore Newcomb).
☺ Model Komunikasi Antarbudaya (William Gudykunts & Young Yun Kim).
☺ Teori Norma Budaya (Melvin DeFleur).
☺ Teori Uses and Gratification (Elihu Katz, Jay G Blumler, Michael
Gurevitch)
☺ Teori Spiral of Silence (Elisabeth Noelle Neumann).
|
B. Perspektif Subjektif
♫ Karakteristiknya
Pada perspektif subjektif, pengetahuan tidak
mempunyai sifat objektif dan sifat yang tetap. Perspektif ini bersifat
interpretif dan maknanya dapat dinegosiasikan. Realitas sosial dianggap sebagai
interaksi sosial yang bersifat komunikatif. Dalam pendekatan kreatif, individu
menciptakan apa yang ada (di luar sana). Perspektif ini beranggapan bahwa setiap
manusia bersifat unik dan fenomena sosial bersifat sementara dan polisemik
(multi makna).
♫ Contoh
Teori-teori Pendekatan Subjektif
☺ Fenomenologi (Alfred Schutz).
☺ Etnometodologi (Harold Garfinkel).
☺ Teori Dramaturgi (Erving Goffman).
☺ Teori Dramatisme (Kenneth Burke).
☺ Teori Kritis (Karl Marx, Frankfurt School).
☺ Cultural Studies (Michel Foucault).
☺ Standpoint Theory (Julia T Wood).
☺ Muted Group Theory (Cheris Kramarae).