Minggu, 07 September 2014

Materi Pengantar ke Studi Komunikasi (Materi Pertama)

Dalam materi ini ada empat hal yang akan dibahas, yaitu :
1.    Review Historis
2.    Lingkup Komunikasi
3.    Tradisi Komunikasi, dan
4.    Komunikasi Massa
Berikut akan dibahas secara lebih mendalam.

1.    Review Historis
Pada review historis ini ada empat fase yang akan dibahas, yaitu :
1)   Fase Rhetorika Yunani (abad ke-5 SM)
Fase ini dinamakan dengan fase “Rhetorike” yang dipelopori oleh Georgias (480-370 SM) dikenal sebagai seni berbicara untuk kemenangan, Protagoras (500-432) dikenal sebagai keindahan bahasa, Socrates (469-399) dikenal sebagai demi kebenaran memalui dialog. Puncak retorika pada saat itu terjadi pada masa Demosthenes yang dikenal sebagai kemahiran berbicara di depan umum dan pada masa Aristoteles yang dikenaal sebagai pembuktian maksud pembicaraan melalui upaya menampakkan pembuktian logika.
2)   Fase Rhetorika Romawi
Fase ini dikembangkan oleh Marcus Tulius Cicero pada 106-43 SM dalam bukunya yang berjudul “Oratone”. Fokus pada fase ini berdasarkan pada sistematika retorika pada dua tujuan pokok, yaitu Suasio (anjuran) dan Dissuasio (penolakan). Tujuan dalam fase ini adalah menyadarkan publik tentang hal-hal yang menyangkut pada kepentingan rakyat, parundang-undangan, dan keputusan yang akan diambil.
3)   Fase Publisistik
Embrio pada fase ini adalah pada Gaius Julius Caesar pada 100-44 SM yang mempelopori Acta Diura yaitu cikal bakal jurnalistik dan penemuan mesin cetak oleh Johannes Gutenberg pada 1400-1468. Avisa Relation Order Zeitung merupakan surat kabar pertama yang muncul pada tahun 1609. Pada abad ke-19  dikenal Science of the Press (Zeitungwissenschaft). Prof. Dr. Karl. Bucher pertama kali mengajarkan ilmu publisistik di Universitas Bazel kemudian di Universitas Leipzig, oleh karena itu ia dianggap sebagai Bapak Ilmu Publisistik.
4)   Fase Communication Science
Awal mula fase ini adalah oleh Joseph Pulitzer pada 1903 yang memiliki gagasan School of Journalism yang didukung oleh Charles Eliot (Harvard) dan Nicholas Murray Butler (Columbia) dikenallah mass media communication. Kemudian dilakukan penelitian lanjutan oleh Paul Lazarsfeld, Bernard Berelson, Wilbur Schramm, Everett M Rogers, dll dan disimpulkan bahwa komunikasi hanya satu di antara beberapa dimensi lain dari proses komunikasi. Sehingga ilmu tentang hal tersebut berubah menjadi communication science. Pada tahun 1960, Carl I Hovland dalam karyanya “Social Communication” yang didefinisikan sebagai “suatu upaya sistematis untuk merumuskan dengan cara yang setepat-tepatnya asas-asas pentransmisian informasi serta pembentukan opini dan sikap”. Pada tahun 1967 terbitlah buku “The Communicative Arts of Sciences of Speech” yang ditulis oleh Keith Brooksdan memperkenalkan istilah communicology. Istilah tersebut juga digunakan oleh Joseph A Devito. Devinisinya adalah studi tentang ilmu komunikasi secara khusus berkaitan dengan komunikasi oleh dan di antara manusia.

   Para Perintis
      Charles Cooley (Sosiolog).
      Walterlippman (Wartawan).
      Sapir (Antropolog).
      Whrof (Linguis).
      Wiener dan Shannon (Cybernetic Scientist)
      Newcomb, Osgood, Klapper, Katz, dll (Psikolog)
      Pool & Lasswell (Political Scientist)
      Boulding (Ekonom), dll.

   The Founding Fathers
    Harold D Lasswell (Illinois, Amerika serikat), karya monumentalnya adalah ”Propaganda and Communication in World History”.
 Kurt Lewin (Jerman), pemikirannya adalah mengenai “gatekeeping”, “group dynamic”, “consistency Theory” mempengaruhi Festinger “Cognitive Dissonance”, New Comb “A-B-X Model” dll.
      Paul Lazarsfeld (Wina), kontribusi nyatanya misal peneilitian tentang “Limited Effect”.
      Carl Hovland (AS), karyanya antara lain adalah “Communication and Persuasion”.
  Wilbur Schramm, yang disebut Everret M Roger sebagai “Institulizer of Communication Research”.

2.    Lingkup Komunikasi
Dalam lingkup komunikasi ada lima hal, yaitu :
      Sifat
      Tujuan
      Fungsi
      Teknik, dan
      Metode.

   Bidang Komunikasi
Bidang komunikasi dibagi menjadi delapan, yaitu :
      Social communication.
      Organizational Communication.
      Business Communication.
      Political Communication.
      Internasional Communication.
      Intercultural Communication.
      Development Communication.
      Tradisional Communication.


  Sifat Komunikasi
Ada beberapa sifat komunikasi, yaitu :
     Komunikasi Verbal, seperti komunikasi secara lisan dan tulisan.
     Komunikasi Non Verbal, seperti Kial/Gestural Communication dan Pictorial Communication.
     Komunikasi Tatap Muka (Face-To-Face-Communication).
     Komunikasi Bermedia (Mediated Communication).

  Tatanan Komunikasi
Dalam tatanan komunikasi dibagi juga menjadi beberapa bagian, yaitu :
      Personal Communication, seperti intrapersonal dan interpersonal. 
  Group Communication, seperti Small Group Communication Ceramah, Forum, Simposium, Seminar, dan Brainstorming) dan Large Group Communication (Public Speaking). 
     Komunikasi Massa, seperti Printed Mass Media Communication dan Electronic Mass Media Communication. 
     Medio Communication, seperti Surat, Telepon, Pamflet, Poster, Spanduk, dll.

  Tujuan Komunikasi
Tujuan komunikasi memiliki empat tingkatan fungsi dari yang terendah sampai tersulit. Fungsi pertama, yaitu to Change Opinion. Fungsi kedua, yaitu to Change the Behavior. Fungsi ketiga, yaitu to Change Attitude. Fungsi keempat, yaitu to Change the Society.

  Fungsi Komunikasi
Ada empat fungsi komunikasi, yaitu untuk informasi, untuk pendidikan, untuk hiburan, dan untuk mempengaruhi.

☺   Teknik Komunikasi
Ada enam teknik komunikasi, yaitu Informative Communication, Persuasive Communication, Pervasive Communication, Coersive Communication, Instructive Communication, dan Human Relations.

     Metode Komunikasi
Metode komunikasi dibagi menjadi beberapa bagian, yaitu Journalism, Public Relations, Advertising, Propaganda, Phsywar, Broadcasting, dan Publicity.

   Typologi Model Komunikasi
Model komunikasi dibagi menjadi tiga bagian, yaitu : 
    Komunikasi sebagai Aksi, disebut sebagai Model Linear. 
     Komunikasi sebagai Interaksi, disebut sebagai Model Interaksional. 
      Komunikasi sebagai Transaksi, disebut sebagai Model Transaksional.

3.    Tujuh Tradisi Komunikasi
Tujuh tradisi komunikasi yaitu sebagai berikut : 
1)   Tradisi Sosio Psikologis, yaitu komunikasi sebagai pengaruh interpersonal.
2)   Tradisi Sibernetik, yaitu komunikasi sebagai pemrosesan informasi.
3)   Tradisi Retorika, yaitu komunikasi sebagai berbicara menarik di depan publik.
4)   Tradisi Semiotika, yaitu komunikasi sebagai proses berbagai arti melalui isyarat.
5)   Tradisi Socio-Cultural, yaitu komunikasi sebagai pembuatan dan pengembangan realitas sosial.
6)   Tradisi Kritikal, yaitu komunikasi sebagai cerminan wacana ketidakadilan. 
7) Tradisi Fenomenological, yaitu komunikasi sebagai dialog pengalaman pribadi dan pengalaman orang lain.

Tidak ada komentar:

Posting Komentar