Dalam materi ini ada
empat hal yang akan dibahas, yaitu :
1. Review
Historis
2. Lingkup
Komunikasi
3. Tradisi
Komunikasi, dan
4. Komunikasi
Massa
Berikut akan dibahas
secara lebih mendalam.
1.
Review
Historis
Pada review historis
ini ada empat fase yang akan dibahas, yaitu :
1)
Fase
Rhetorika Yunani (abad ke-5 SM)
Fase
ini dinamakan dengan fase “Rhetorike”
yang dipelopori oleh Georgias
(480-370 SM) dikenal sebagai seni berbicara untuk kemenangan, Protagoras (500-432) dikenal sebagai
keindahan bahasa, Socrates (469-399)
dikenal sebagai demi kebenaran memalui dialog. Puncak retorika pada saat itu terjadi
pada masa Demosthenes yang dikenal
sebagai kemahiran berbicara di depan umum dan pada masa Aristoteles yang dikenaal sebagai pembuktian maksud pembicaraan
melalui upaya menampakkan pembuktian logika.
2)
Fase
Rhetorika Romawi
Fase
ini dikembangkan oleh Marcus Tulius Cicero pada 106-43 SM dalam bukunya yang
berjudul “Oratone”. Fokus pada fase ini berdasarkan pada sistematika retorika
pada dua tujuan pokok, yaitu Suasio
(anjuran) dan Dissuasio (penolakan).
Tujuan dalam fase ini adalah menyadarkan publik tentang hal-hal yang menyangkut
pada kepentingan rakyat, parundang-undangan, dan keputusan yang akan diambil.
3)
Fase
Publisistik
Embrio
pada fase ini adalah pada Gaius Julius Caesar pada 100-44 SM yang mempelopori Acta
Diura yaitu cikal bakal jurnalistik dan penemuan mesin cetak oleh Johannes
Gutenberg pada 1400-1468. Avisa Relation
Order Zeitung merupakan surat kabar pertama yang muncul pada tahun 1609. Pada
abad ke-19 dikenal Science of the Press (Zeitungwissenschaft).
Prof. Dr. Karl. Bucher pertama kali mengajarkan ilmu publisistik di Universitas
Bazel kemudian di Universitas Leipzig, oleh karena itu ia dianggap sebagai
Bapak Ilmu Publisistik.
4)
Fase
Communication Science
Awal
mula fase ini adalah oleh Joseph Pulitzer pada 1903 yang memiliki gagasan
School of Journalism yang didukung oleh Charles Eliot (Harvard) dan Nicholas
Murray Butler (Columbia) dikenallah mass
media communication. Kemudian dilakukan penelitian lanjutan oleh Paul
Lazarsfeld, Bernard Berelson, Wilbur Schramm, Everett M Rogers, dll dan
disimpulkan bahwa komunikasi hanya satu di antara beberapa dimensi lain dari
proses komunikasi. Sehingga ilmu tentang hal tersebut berubah menjadi communication science. Pada tahun 1960,
Carl I Hovland dalam karyanya “Social
Communication” yang didefinisikan sebagai “suatu upaya sistematis untuk
merumuskan dengan cara yang setepat-tepatnya asas-asas pentransmisian informasi
serta pembentukan opini dan sikap”. Pada tahun 1967 terbitlah buku “The Communicative Arts of Sciences of Speech”
yang ditulis oleh Keith Brooksdan memperkenalkan istilah communicology. Istilah tersebut juga digunakan oleh Joseph A
Devito. Devinisinya adalah studi tentang ilmu komunikasi secara khusus berkaitan
dengan komunikasi oleh dan di antara manusia.
☺ Para Perintis
● Charles Cooley (Sosiolog).
● Walterlippman (Wartawan).
● Sapir (Antropolog).
● Whrof (Linguis).
● Wiener dan Shannon (Cybernetic Scientist)
● Newcomb, Osgood, Klapper, Katz, dll (Psikolog)
● Pool & Lasswell (Political Scientist)
● Boulding (Ekonom), dll.
☺ The Founding Fathers
● Harold
D Lasswell (Illinois, Amerika serikat), karya
monumentalnya adalah ”Propaganda and
Communication in World History”.
● Kurt
Lewin (Jerman), pemikirannya adalah mengenai “gatekeeping”,
“group dynamic”, “consistency Theory” mempengaruhi Festinger “Cognitive
Dissonance”, New Comb “A-B-X Model” dll.
● Paul
Lazarsfeld (Wina), kontribusi nyatanya misal peneilitian
tentang “Limited Effect”.
● Carl
Hovland (AS), karyanya antara lain adalah “Communication and Persuasion”.
● Wilbur
Schramm, yang disebut Everret M Roger sebagai “Institulizer
of Communication Research”.
2.
Lingkup
Komunikasi
Dalam lingkup
komunikasi ada lima hal, yaitu :
● Sifat
● Tujuan
● Fungsi
● Teknik,
dan
● Metode.
☺ Bidang Komunikasi
Bidang komunikasi
dibagi menjadi delapan, yaitu :
● Social communication.
● Organizational Communication.
● Business Communication.
● Political Communication.
● Internasional Communication.
● Intercultural Communication.
● Development Communication.
● Tradisional Communication.
☺ Sifat Komunikasi
Ada beberapa sifat
komunikasi, yaitu :
● Komunikasi
Verbal, seperti komunikasi secara lisan dan tulisan.
● Komunikasi
Non Verbal, seperti Kial/Gestural Communication dan Pictorial Communication.
● Komunikasi
Tatap Muka (Face-To-Face-Communication).
● Komunikasi
Bermedia (Mediated Communication).
☺ Tatanan Komunikasi
Dalam tatanan
komunikasi dibagi juga menjadi beberapa bagian, yaitu :
● Personal
Communication, seperti intrapersonal dan interpersonal.
● Group Communication, seperti Small Group Communication Ceramah, Forum, Simposium, Seminar, dan Brainstorming) dan Large Group Communication (Public Speaking).
● Komunikasi Massa, seperti Printed Mass Media Communication dan Electronic Mass Media Communication.
● Medio Communication, seperti Surat, Telepon, Pamflet, Poster, Spanduk, dll.
● Group Communication, seperti Small Group Communication Ceramah, Forum, Simposium, Seminar, dan Brainstorming) dan Large Group Communication (Public Speaking).
● Komunikasi Massa, seperti Printed Mass Media Communication dan Electronic Mass Media Communication.
● Medio Communication, seperti Surat, Telepon, Pamflet, Poster, Spanduk, dll.
☺ Tujuan Komunikasi
Tujuan komunikasi memiliki empat
tingkatan fungsi dari yang terendah sampai tersulit. Fungsi pertama, yaitu to Change Opinion. Fungsi kedua, yaitu to Change the Behavior. Fungsi ketiga,
yaitu to Change Attitude. Fungsi keempat,
yaitu to Change the Society.
☺ Fungsi Komunikasi
Ada empat fungsi komunikasi, yaitu
untuk informasi, untuk pendidikan, untuk hiburan, dan untuk mempengaruhi.
☺ Teknik Komunikasi
Ada enam teknik komunikasi, yaitu Informative Communication, Persuasive Communication, Pervasive Communication, Coersive Communication, Instructive Communication, dan Human Relations.
☺ Metode Komunikasi
Metode komunikasi dibagi menjadi
beberapa bagian, yaitu Journalism, Public Relations, Advertising, Propaganda, Phsywar, Broadcasting, dan Publicity.
☺ Typologi Model Komunikasi
Model komunikasi dibagi menjadi tiga bagian, yaitu :
● Komunikasi sebagai Aksi, disebut sebagai Model Linear.
● Komunikasi sebagai Interaksi, disebut sebagai Model Interaksional.
● Komunikasi sebagai Transaksi, disebut sebagai Model Transaksional.
● Komunikasi sebagai Aksi, disebut sebagai Model Linear.
● Komunikasi sebagai Interaksi, disebut sebagai Model Interaksional.
● Komunikasi sebagai Transaksi, disebut sebagai Model Transaksional.
3.
Tujuh
Tradisi Komunikasi
Tujuh tradisi komunikasi yaitu sebagai berikut :
1) Tradisi
Sosio Psikologis, yaitu komunikasi sebagai pengaruh interpersonal.
2) Tradisi
Sibernetik, yaitu komunikasi sebagai pemrosesan informasi.
3) Tradisi
Retorika, yaitu komunikasi sebagai berbicara menarik di depan publik.
4) Tradisi
Semiotika, yaitu komunikasi sebagai proses berbagai arti melalui isyarat.
5) Tradisi
Socio-Cultural, yaitu komunikasi sebagai pembuatan dan pengembangan realitas
sosial.
6) Tradisi
Kritikal, yaitu komunikasi sebagai cerminan wacana ketidakadilan.
7) Tradisi Fenomenological,
yaitu komunikasi sebagai dialog pengalaman pribadi dan pengalaman orang lain.
Tidak ada komentar:
Posting Komentar