Senin, 01 Desember 2014

Proses Peniruan Realitas Sosial, Studi Kasus Film dan Teori-teori Peniruan Dari Media (Materi Kedelapan)

A.      Teori Komunikasi Inti
Teori komunikasi inti dibagi menjadi lima bagian, yaitu :
1.    Pembentukan Pesan
Pada teori komunikasi inti yang pertama kali dapat dilihat adalah pembentukan pesan. Pembentukan pesan itu sendiri adalah :
a.    Bagaimana kita menciptakan sesuatu yang kita tulis.
b.    Apa yang kita katakan atau ungkapkan kepada orang lain.
c.    Proses kejiwaan atau mental yang seperti apa yang terlibat.
d.   Seberapa jauh dan dengan cara bagaimana pesan-pesan itu diciptakan dalam hubungannya dengan pihak lain.
e.    Bagaimana proses pembentukan pesan itu berbeda pada satu budaya dengan budaya lainnya.
f.     Bagaimana budaya itu sendiri memberikan pengaruh dalam proses pebentukan pesan.
2.    Pembentukan Makna
Pembentukan makna itu sendiri adalah :
a.    Bagaimana manusia memahami pesan dan bagaimana makna tersebut terbentuk melalui berbagai proses interaksi.
b.    Bagaimana pikiran mengolah informasi dan menafsirkan pengalaman.
c.    Seberapa jauh dan dengan cara yang seperti apa makna dan pemahaman telah menjadi produk budaya.
3.    Struktur Pesan
Struktur pesan adalah bagaimana pesan disusun dan bagaimana pesan tersebut diorganisir. Struktur pesan terdiri atas unsur-unsur pesan dalam bentuk tulisan, kata-kata yang diucapkan, dan bentuk komunikasi nonverbal.
4.    Dinamika Interaksi
Dinamika interaksi menjelaskan tentang hubungan dan adanya saling ketergantungan di antara peserta komunikasi dengan penciptaan makna secara bersama-sama. Dinamika ini membahas tentang hubungan timbal balik, penciptaan dan penerimaan pesan antara pihak-pihak dalam suatu transaksi komunikasi, dan tanpa memandang apakah pihak itu individu atau kelompok.
5.    Dinamika Sosial
Dinamika sosial membahas tentang bagaimana kekuasaan dan sumber-sumber ekonomi didistribusikan oleh masyarakat dan bagaimana kebudayaan terbentuk serta interaksi di antara segmen masyarakat.

B.       Teori Komunikasi Ide
Unsur ide perlu mendapatkan banyak perhatian dibandingkan dengan unsur-unsur yang lain karena pada dasarnya yang dikomunikasikan adalah ide.

C.      Teori Persuasi
Persuasi merupakan perubahan sikap akibat paparan informasi dari orang lain dan merupakan bentuk komunikasi yang paling mendasar.

D.      Teori Peniruan
Teori peniruan dibagi menjadi empat bagian, yaitu :
1.    Imitasi
Imitasi merupakan suatu proses kognisi untuk melakukan tindakan maupun aksi seperti yang dilakukan oleh model dengan melibatkan indera sebagai penerima rangsang dengan kemampuan aksi untuk melakukan gerakan motorik dan melibatkan kemampuan kognisi tahap tinggi.
2.    Identifikasi
Identifikasi dibagi menjadi tiga konsep, yaitu :
a.    Perilaku ketika seseorang bertindak atau merasa seperti orang lain.
b.    Satu motif dalam bentuk suatu kegiatan untuk berbuat atau menjadi seperti orang lain.
c.    Proses atau mekanisme melalui mana anak-anak meniru suatu model dan menjadikan dirinya seperti model tersebut.
3.    Social Learning
Menurut Mischel (1971) teori perilaku memberikan peran penting bagi penegakan dan imbalan. Penegakan dan perangsang telah ditunjukkan berulang kali sebagai pengaruh yang kuat dalam belajar dan dalam pilihan perilaku pada banyak situasi.
4.    Reinforcement Imitasi
Terdapat tiga kelas utama perilaku yang sering diberi label sebagai imitasi, yaitu :
a.    Same Behavior.
b.    Copying.
c.    Matched-dependent Behavior.

E.       Teori Opini dan Sikap Publik
Ada beberapa faktor yang mempengaruhi kesempatan efek media terhadap opini dan sikap, yaitu :
-  Otoritas, kewenangan, kredibilitas yang dipersepsikan atas sumber.
-  Konsistensi konten pesan media.
-  Keterkaitan dan kesetiaan terhadap sumber.
-  Motif perhatian terhadap media.
-  Persetujuan terhadap konten dengan opini atau keyakinan yang telah ada.
-  Jumlah dan kualitas perhatian yang diberikan.
-  Keahlian dan daya tarik pesan dan penyajian.
-  Dukungan dari kontak personal dan lingkungan.

F.       Keterkaitan antara Teori di Atas dengan Pengangkatan Realitas serta Opini dan Sikap dalam Film Unlimited Love
1.    Komunikasi Inti
Haryanto Corakh telah melalui teori komunikasi inti dalam dirinya saat mulai membentuk pesan, makna, struktur dinamika interaksi, dan struktur dinamika sosial yang telah membuat alur cerita dari film tersebut saling berkaitan satu dengan yang lainnya untuk membangun sebuah makna.
2.    Komunikasi Ide
Setelah terjadi kesepakatan, Haryanto Corakh mulai mengkonstruksi ide yang dibahas dalam komunikasi ide.  Komunikasi ide itu sendiri adalah sebuah konsep atau tujuan yang ingin diungkapkan kepada audience agar mereka dapat menerima ide dari komunikan dengan baik.
3.    Persuasif
Dalam film ini, Haryanto Corakh memiliki tujuan untuk mengajak audience secara persuasif untuk tidak menjauhi para penderita penyakit HIV AIDS.
4.    Teori Peniruan
Haryanto Corakh tidak hanya sekedar mengangkat realitas kehidupan seseorang yang terinfeksi virus HIV AIDS yang pada dasarnya mereka menjadi kaum minoritas yang sering dibatasi ruang lingkup gerak-geriknya oleh masyarakat. Namun, pengangkatan realitas kehidupan dalam film ini lebih menekankan pada bagaimana seseorang yang telah divonis hidupnya hanya tersisa tiga bulan lagi dan dihadapkan oleh dua pilihan hidup, yaitu meninggal dalam keadaan tobat di jalan Tuhan atau meninggal dalam kesedihan dan menghabiskan waktu dengan sia-sia. Haryanto Corakh lebih memilih mengangkat tentang penderita HIV AIDS yang bertobat dan kembali ke jalan Tuhan.
5.    Sikap dan Opini
Sikap dan opini yang ingin disampaikan oleh Haryanto Corakh dalam film ini adalah agar masyarakat sebagai audience tidak cepat menjauhi dan berpikiran negatif terhadap orang-orang yang terjangkit penyakit tersebut.

G.      Teori-teori Peniruan dari Media
1.    Teori Social Learning
Mischel (1971) menjelaskan bahwa teori perilaku memberikan peran penting bagi peneguhan (reinforcement)dan imbalan (reward) dalam sebuah proses belajar dari media. Alasannya adalah reinforcement dan perangsang telah ditunjukkan berulang kali sebagai pengaruh yang kuat dalam pilihan perilaku dan banyak situasi (setting) serta pola perilaku juga tergantung pada harapan dari individu menyangkut hasil (the outcomes).
2.    Teori Reinforment Imitasi
Miller dan Dollard (1941) merincikan kerangka teori ini dalam istilah instrumental coditioning, yaitu :
a.    Same Behavior
Dua individu memberikan respon masing-masing secara independen tapi dalam cara yang sama terhadap stimuli lingkungan yang sama. Sehingga sekalipun mereka terpisah tetap bisa tampak seakan-akan terjadi peniruan.
b.    Copying
Berusaha mencocokkan perilakunya sedekat mungkin dengan perilaku orang lain sehingga terjadi proses peniruan di mana individu harus mampu memberikan respon terhadap syarat-syarat atau tanda-tanda kesamaan.
c.    Matched-dependent Behavior
Seorang individu belajar untuk menyamakan tindakan orang lain karena memperoleh imbalan dari perilaku tiruannya (imitatifnya).
3.    Faktor Observational Learning
Ada empat faktor Observational Learning, yaitu attention, retention, motoric reproduction, dan faktor intensif atau motivasional.
4.    Teori Model Sosial

Perilaku dari khalayak yang dipengaruhi secara kuat oleh pengamatan tindakan atau hasil perbuatan orang lain (role model) dan exposure (pembukaan) mempengaruhi keadaan emosional seseorang.

Tidak ada komentar:

Posting Komentar