A.
Teori
Komunikasi Inti
Teori komunikasi inti
dibagi menjadi lima bagian, yaitu :
1. Pembentukan
Pesan
Pada
teori komunikasi inti yang pertama kali dapat dilihat adalah pembentukan pesan.
Pembentukan pesan itu sendiri adalah :
a. Bagaimana
kita menciptakan sesuatu yang kita tulis.
b. Apa
yang kita katakan atau ungkapkan kepada orang lain.
c. Proses
kejiwaan atau mental yang seperti apa yang terlibat.
d. Seberapa
jauh dan dengan cara bagaimana pesan-pesan itu diciptakan dalam hubungannya
dengan pihak lain.
e. Bagaimana
proses pembentukan pesan itu berbeda pada satu budaya dengan budaya lainnya.
f. Bagaimana
budaya itu sendiri memberikan pengaruh dalam proses pebentukan pesan.
2. Pembentukan
Makna
Pembentukan
makna itu sendiri adalah :
a. Bagaimana
manusia memahami pesan dan bagaimana makna tersebut terbentuk melalui berbagai
proses interaksi.
b. Bagaimana
pikiran mengolah informasi dan menafsirkan pengalaman.
c. Seberapa
jauh dan dengan cara yang seperti apa makna dan pemahaman telah menjadi produk
budaya.
3. Struktur
Pesan
Struktur
pesan adalah bagaimana pesan disusun dan bagaimana pesan tersebut diorganisir.
Struktur pesan terdiri atas unsur-unsur pesan dalam bentuk tulisan, kata-kata
yang diucapkan, dan bentuk komunikasi nonverbal.
4. Dinamika
Interaksi
Dinamika
interaksi menjelaskan tentang hubungan dan adanya saling ketergantungan di
antara peserta komunikasi dengan penciptaan makna secara bersama-sama. Dinamika
ini membahas tentang hubungan timbal balik, penciptaan dan penerimaan pesan
antara pihak-pihak dalam suatu transaksi komunikasi, dan tanpa memandang apakah
pihak itu individu atau kelompok.
5. Dinamika
Sosial
Dinamika sosial membahas tentang
bagaimana kekuasaan dan sumber-sumber ekonomi didistribusikan oleh masyarakat
dan bagaimana kebudayaan terbentuk serta interaksi di antara segmen masyarakat.
B.
Teori
Komunikasi Ide
Unsur ide perlu mendapatkan banyak perhatian
dibandingkan dengan unsur-unsur yang lain karena pada dasarnya yang dikomunikasikan
adalah ide.
C.
Teori Persuasi
Persuasi merupakan perubahan sikap akibat paparan
informasi dari orang lain dan merupakan bentuk komunikasi yang paling mendasar.
D.
Teori Peniruan
Teori
peniruan dibagi menjadi empat bagian, yaitu :
1. Imitasi
Imitasi merupakan suatu proses kognisi untuk melakukan
tindakan maupun aksi seperti yang dilakukan oleh model dengan melibatkan indera
sebagai penerima rangsang dengan kemampuan aksi untuk melakukan gerakan motorik
dan melibatkan kemampuan kognisi tahap tinggi.
2. Identifikasi
Identifikasi dibagi menjadi tiga konsep, yaitu :
a.
Perilaku ketika
seseorang bertindak atau merasa seperti orang lain.
b.
Satu motif dalam
bentuk suatu kegiatan untuk berbuat atau menjadi seperti orang lain.
c.
Proses atau
mekanisme melalui mana anak-anak meniru suatu model dan menjadikan dirinya
seperti model tersebut.
3. Social
Learning
Menurut Mischel
(1971) teori perilaku memberikan peran penting bagi penegakan dan imbalan. Penegakan
dan perangsang telah ditunjukkan berulang kali sebagai pengaruh yang kuat dalam
belajar dan dalam pilihan perilaku pada banyak situasi.
4. Reinforcement
Imitasi
Terdapat tiga kelas utama perilaku yang sering diberi
label sebagai imitasi, yaitu :
a.
Same Behavior.
b.
Copying.
c.
Matched-dependent Behavior.
E.
Teori Opini dan Sikap Publik
Ada beberapa faktor yang mempengaruhi kesempatan efek
media terhadap opini dan sikap, yaitu :
- Otoritas, kewenangan, kredibilitas yang dipersepsikan
atas sumber.
- Konsistensi konten pesan media.
- Keterkaitan dan kesetiaan terhadap sumber.
- Motif perhatian terhadap media.
- Persetujuan terhadap konten dengan opini atau
keyakinan yang telah ada.
- Jumlah dan kualitas perhatian yang diberikan.
- Keahlian dan daya tarik pesan dan penyajian.
- Dukungan dari kontak personal dan lingkungan.
F.
Keterkaitan antara Teori di Atas dengan Pengangkatan
Realitas serta Opini dan Sikap dalam Film Unlimited Love
1. Komunikasi Inti
Haryanto Corakh telah melalui teori komunikasi inti
dalam dirinya saat mulai membentuk pesan, makna, struktur dinamika interaksi,
dan struktur dinamika sosial yang telah membuat alur cerita dari film tersebut
saling berkaitan satu dengan yang lainnya untuk membangun sebuah makna.
2. Komunikasi Ide
Setelah terjadi kesepakatan, Haryanto Corakh mulai
mengkonstruksi ide yang dibahas dalam komunikasi ide. Komunikasi ide itu sendiri adalah sebuah
konsep atau tujuan yang ingin diungkapkan kepada audience agar mereka dapat
menerima ide dari komunikan dengan baik.
3. Persuasif
Dalam film ini, Haryanto Corakh memiliki tujuan untuk
mengajak audience secara persuasif untuk tidak menjauhi para penderita penyakit
HIV AIDS.
4. Teori Peniruan
Haryanto Corakh tidak hanya sekedar mengangkat
realitas kehidupan seseorang yang terinfeksi virus HIV AIDS yang pada dasarnya
mereka menjadi kaum minoritas yang sering dibatasi ruang lingkup gerak-geriknya
oleh masyarakat. Namun, pengangkatan realitas kehidupan dalam film ini lebih
menekankan pada bagaimana seseorang yang telah divonis hidupnya hanya tersisa
tiga bulan lagi dan dihadapkan oleh dua pilihan hidup, yaitu meninggal dalam
keadaan tobat di jalan Tuhan atau meninggal dalam kesedihan dan menghabiskan
waktu dengan sia-sia. Haryanto Corakh lebih memilih mengangkat tentang
penderita HIV AIDS yang bertobat dan kembali ke jalan Tuhan.
5. Sikap dan Opini
Sikap dan opini yang ingin disampaikan oleh Haryanto
Corakh dalam film ini adalah agar masyarakat sebagai audience tidak cepat
menjauhi dan berpikiran negatif terhadap orang-orang yang terjangkit penyakit
tersebut.
G.
Teori-teori Peniruan dari Media
1. Teori Social
Learning
Mischel (1971) menjelaskan bahwa teori perilaku
memberikan peran penting bagi peneguhan (reinforcement)dan
imbalan (reward) dalam sebuah proses
belajar dari media. Alasannya adalah reinforcement
dan perangsang telah ditunjukkan berulang kali sebagai pengaruh yang kuat dalam
pilihan perilaku dan banyak situasi (setting)
serta pola perilaku juga tergantung pada harapan dari individu menyangkut hasil
(the outcomes).
2. Teori Reinforment
Imitasi
Miller dan Dollard (1941) merincikan kerangka teori
ini dalam istilah instrumental
coditioning, yaitu :
a. Same Behavior
Dua individu memberikan respon masing-masing secara independen tapi dalam
cara yang sama terhadap stimuli lingkungan yang sama. Sehingga sekalipun mereka
terpisah tetap bisa tampak seakan-akan terjadi peniruan.
b. Copying
Berusaha mencocokkan perilakunya sedekat mungkin dengan perilaku orang
lain sehingga terjadi proses peniruan di mana individu harus mampu memberikan
respon terhadap syarat-syarat atau tanda-tanda kesamaan.
c. Matched-dependent
Behavior
Seorang individu belajar untuk menyamakan tindakan orang lain karena
memperoleh imbalan dari perilaku tiruannya (imitatifnya).
3. Faktor Observational
Learning
Ada empat faktor Observational
Learning, yaitu attention, retention, motoric reproduction, dan faktor intensif atau motivasional.
4. Teori Model Sosial
Perilaku dari khalayak yang dipengaruhi secara kuat
oleh pengamatan tindakan atau hasil perbuatan orang lain (role model) dan exposure (pembukaan) mempengaruhi
keadaan emosional seseorang.
Tidak ada komentar:
Posting Komentar