Senin, 01 Desember 2014

Teori Hierarki Studi Kasus “Majalah Tempo” (Materi Kesembilan)

A.    Teori Hierarki Pengaruh Isi Media
Teori ini pertama kali diperkenalkan oleh Pamela J. Shoemaker dan Stephen D. Reese. Teori hierarki pengaruh isi mendia menjelaskan tentang pengaruh terhadap isi dari suatu pemberitaan media yang dipengaruhi oleh faktor internal dan eksternal. Shoemaker dan Reese membagi beberapa level pengaruh isi media, yaitu pengaruh dari individu pekerja media (individual level), pengaruh dari rutinitas media (media routines level), pengaruh dari organisasi media (organizational level), pengaruh dari luar media (outside media level), dan pengaruh ideologi (ideology level).
Asumsi dasar dari teori ini adalah bagaimana isi pesan media yang disampaikan kepada khalayak merupakan hasil pengaruh dari kebijakan internal organisasi media dan pengaruh dari eksternal media tersebut. Pengaruh internal berkaitan dengan kepentingan dari pemilik media, individu wartawan sebagai pencari berita, dan rutinitas organisasi media. Sedangkan pengaruh eksternal berhubungan dengan para pengiklan, pemerintah, masyarakat, dan lain-lain. Dari teori ini kita dapat meihat seberapa kuat pengaruh yang terjadi pada tiap-tiap level dalam Majalah Tempo.

B.     Level Pengaruh Individu Pekerja Media (Majalah Tempo)
Dalam Majalah Tempo, faktor latar belakang dan karakteristik seseorang itu sangat penting. Maka dari itu Majalah Tempo memberikan persyaratan terkait dengan masalah latar belakang seseorang, seperti minimal harus sarjana S1 dan mampu berbahasa asing. Dalam Majalah Tempo juga ternyata hanya sedikit yang memiliki latar belakang dari jurusan jurnalistik, namun dalam kinerjanya tidak kalah hebat dengan lulusan dari jurusan jurnalistik.

C.    Level Rutinitas Media (Majalah Tempo)
Terkait dengan level ini, Majalah Tempo lebih mengedepankan tentang apakah suatu isu harus menjawab apa-apa yang menjadi hak publik, karena menurut mereka itu jauh lebih tinggi harganya dibandingkan dengan bisa terjual atau tidaknya majalah tersebut. Tempo juga memiliki kebijakan bahwa tidak ada simbiosis mutualisme terhadap lembaga-lembaga yang memiliki kepentingan tertentu. Para ekera (jurnalis) menulis sesuai dengan fakta.

D.    Level Pengaruh Organisasi (Majalah Tempo)
Pada level ini berkaitan dengan struktur manajemen organisasi pada sebuah media, kebijakan sebuah media, dan tujuan sebuah media. Level ini memiliki pengaruh yang lebih kuat dibandingkan dengan level sebelumnya karena kebijakan terbesar dipegang oleh pemilik media melalui editor pada sebuah media. Jadi, penentu kebijakan pada sebuah media dalam menentukan sebuah pemberitaan tetap dipegang oleh pemilik media. Dalam kebijakan di Majalah Tempo, reporter tidak boleh mengambil keputusan sendiri, harus sesuai urutan. Wartawan harus lapor ke staf redaksi, dari staf redaksi lapor ke redaktur, kemudian redaktur lapor ke jurnal editor, jurnal editor lapor ke best editor, best editor lapor ke eksekutif editor, lalu editor menyampaikannya lagi kepada pimpinan redaksi.

E.     Level Pengaruh Luar Organisasi Media (Majalah Tempo)
Dalam Majalah Tempo, level ini sangat berpengaruh karena dilihat dari sumber berita, seorang jurnalis tidak dapat menuliskan isi berita apabila tidak ada sumber bertia, sumber-sumber yang dipercayai untuk memberikan keterangan. Pembaca dan pengiklan diakui sangat diperlukan karena keduanya yang membiayai jalannya produksi.

F.    Level Pengaruh Ideologi (Majalah Tempo)

Level ini berkaitan dengan konsepsi atau posisi seseorang dalam menafsirkan realitas dalam sebuah media. Pada level ini pembahasan akan lebih luas karena mengenai bagaimana kekuatan-kekuatan yang bersifat abstrak seperti ide dapat mempengaruhi sebuah media terutama ide dari kelas yang berkuasa. Kita melihat lebih jauh bagaimana ideologi kelas yang berkuasa mempengaruhi sebuah pemberitaan bukan dengan kepentingan yang bersifat individu atau yang bersifat mikro, melainkan kepentingan dari kelas yang berkuasa.

Tidak ada komentar:

Posting Komentar