A.
Bentuk Pengetahuan
Dalam hal ini, bentuk pengetahuan dibagi menjadi dua. Pertama,
pengetahuan yang diperoleh melalui wahyu, bukan hasil usaha aktif dari manusia.
Biasanya yang memperoleh pengetahuan ini adalah Rasul dan Nabi. Kedua,
pengetahuan yang diperoleh manusia melalui akal dan indera, berasal dari hasil
usaha aktif manusia itu sendiri. Biasanya yang memperoleh pengetahuan ini
adalah seorang ilmuan, namun pada dasarnya semua orang bisa memperolehnya.
Pengetahuan ini dibagi lagi menjadi 3 bagian, yaitu pengetahuan indera, ilmu
atau sains, dan filsafat.
B.
Pengertian Kata Filsafat dan Definisi Filsafat
Kata falsafah atau filsafat
diambil dari bahasa Yunani; philosophia, merupakan kata majemuk dan
berasal dari kata-kata (philia : persahabatan, cinta) dan (sophia
: kebijaksanaan). Jadi bisa disimpulkan secara sederhana filsafat adalah pecinta
kebijaksanaan. Definisi filsafat itu sendiri adalah hasil proses berpikir
secara rasional dalam mencari hakikat sesuatu secara sistematis, menyeluruh
(universal), dan mendasar (radikal). Filsafat juga diartikan sebagai suatu
sikap seseorang yang sadar dan dewasa dalam memikirkan segala sesuatu secara
mendalam dan ingin melihat dari segi yang luas dan menyeluruh dengan segala
hubungan. Seperti yang telah disebutkan sebelumnya, maka ciri-ciri berpikir
secara filsafat adalah rasional, sistematis, universal, dan radikal.
C.
Objek Bahasan Filsafat
Objek bahasan filsafat ada 3, yaitu
Ontologi (Al-Wujud), Epistemolgi (Al-Ma’rifat), dan Aksiologi (Al-Qayyim). Ontologi
membahas atau mengkaji tentang hakikat segala yang ada, yang tidak terikat oleh
satu perwujudan tertentu. Dalam objek ini dibagi menjadi 2 bidang (fisika dan
metafisika), fisika mencakup segala aspek ‘fisik’ seperti manusia, alam semesta,
dan segala yang terkandung di dalamnya baik hidup maupun mati dan metafisika
mencakup aspek ketuhanan dan imateri. Epistemologi membahas atau
mengkaji tentang hakikat dan wilayah pengetahuan. Epistemologi mempelajari asal
mula atau sumber, struktur, metode, dan syahnya (validitas) pengetahuan. Aliran
dalam epistemologi terbagi menjadi 2 (idealisme dan realisme), jika idealisme
menekankan pada pentingnya peran akal dan idea sebagai sumber ilmu pengetahuan,
pengetahuan sesuai dengan kenyataan adalah mustahil, sedangkan realisme
menekankan pada pentingnya indera dan pengalaman sebagai sumber sekaligus alat
dalam memperoleh pengetahuan, pengetahuan ini sesuai dengan kenyataan. Aksiologi
membahas atau mengkaji masalah nilai atau norma yang berlaku pada kehidupan
manusia. Aksiologi terbagi menjadi beberapa disiplin, yaitu etika (hakikat atau
ukuran baik dan buruk), estetika (hakikat atau ukuran indah dan tidak indah,
logika (hakikat atau ukuran benar dan salah).
D.
Sejarah Filsafat Islam
Pemikiran filsafat masuk ke dalam
Islam melalui filsafat Yunani yang dijumpai kaum Muslimin pada abad ke-8 Masehi
atau abad ke-12 Hijriah di Suriah, Mesopotamia, Persia, dan Mesir. Kebudayaan
dan filsafat Yunani masuk ke daerah-daerah itu melalui ekspasi Alexander Yang
Agung, penguasa Macedonia (336-323 SM), setelah mengalahkan Darius pada abad
ke-4 SM di kawasan Arbela. Alexander datang tidak menghancurkan peradaban dan
kebudayaan Persia, justru menyatukan kebudayaan Yunani dan Persia dengan cara
menikah dengan Statira, anak Darius. Kemudian 24 jendral dan 10.000 prajuritnya
dianjurkan menikah dengan wanita Persia. Hal ini telah memunculkan pusat-pusat
kebudayaan Yunani di wilayah Timur, seperti Alexandria di Mesir, Antiokia di
Suriah, Jundisyapur di Mesopotamia, dan Bactra di Persia.
Kelahiran ilmu filsafat islam tidak
terlepas dari adanya usaha penerjemah naskah-naskah ilmu filsafat dan berbagai
abang ilmu pegetahuan ke dalam bahasa Arab. Pada masa pemerintahan Harun
Al-Rasyid, utusan khusus dikirim ke kerajaan Romawi untuk mencari menuskrip
yang kemudian dibawa ke Baghdad untuk diterjemahkan ke dalam bahasa Arab. Usaha
ini telah menghasilkan tersedianya buku-buku berbahasa Arab dalam jumlah banyak
di perpustakaan-perpustakaan. Ketersediaan buku-buku terjemahan tersebut dimanfaatkan
oleh kalangan Muslim untuk berkenalan dengan ilmu pengetahuan dan filsafat,
seperti yang telah dilakukan oleh orang-orang Yahudi, Kristen, dan Majusi pada
masa-masa sebelum munculnya Islam.
Tidak ada komentar:
Posting Komentar