Minggu, 05 Oktober 2014

Teori Kultivasi dan Teori Spiral Of Silence (Materi Kelima)


A.      Teori Kultivasi
Teori ini pertama kali diperkenalkan oleh seorang dekan emiritus dari Annenberg School For Communication di Universitas Pensylvania yang bernama Professor George Gerbner. Awal mulanya, Gerbner dan koleganya di Annenberg School For Communication ingin mengetahui  dunia nyata seperti apa yang dibayangkan dan dipersepsikan penoton televisi. Mereka mengkaji tentang tradisi pengaruh media daam jangka waktu panjang dan efek yang tidak langsung terhadap penonton. Argumentasi awal mereka adalah “Televisi telah menjadi anggota keluarga yang penting, anggota yang bercerita paling banyak dan paling sering”.
Teori kultivasi ini juga sering disebut dengan merembes atau rembesan karena mengkaji tentang seberapa besar dampak tontonan. Penelitian yang mereka lakukan lebih menekankan kepada “dampak” yang ditimbulkan. Menurut teori ini, televisi menjadi media atau alat utama di mana para penonton televisi itu belajar tentang masyarakat dan kultur di lingkungannya. Persepsi apapun yang akan timbul di benak kita tentang masyarakat dan budaya sangat ditentukan oleh televisi. Artinya, melalui kontak kita dengan televisi, kita belajar tentang dunia, orang-orangnya, nilai-nilainya, serta adat dan kebiasaannya.

Lima Asumsi Gerbner
                               ↓
Televisi secara esensial dan fundamental berbeda dari bentuk media massa yang lainnya.
                               ↓
The central cultural arm karena menjadi sumber sajian hiburan dan informasi.
                               ↓
Persepsi seseorang akibat televisi memunculkan sikap dan opini yang spesifik tentang fakta kehidupan.
                               ↓
Fungsi utama televisi adalah untuk medium sosialisasi dan enkulturasi.
                               ↓
Observasi, pengukuran, dan kontribusi televisi kepada budaya relatif kecil, namun demikian dampaknya begitu signifikan.

B.       Homogenisasi Teori Kultivasi
Homogenisasi teori kultivasi terbagi menjadi dua, yaitu :
1.        Mainstreaming
Kultivasi terjadi pada pecandu berat televisi yang menonton televisi lebih dari empat jam perharinya.
2.        Resonansi
Penonton televisi melihat sesuatu di televisi yang sama dengan realitas kehidupan mereka sendiri.

C.      Teori Spiral Of Silence
Teori ini pertama kali diperkenalkan oleh Elizabeth Noelle-Neumann, seorang professor emeritus penelitian kominikasi dari Institute Fur Publiziztik Jerman. Teori spiral keheningan atau kesunyian ini diperkenalkan melalui tulisannya yang berjudul The Spiral Of Silence. Secara garis besar, teori ini ingin menjawab pertanyaan tentang mengapa orang-orang dari kelompok minoritas sering merasa perlu untuk menyembunyikan pendapat dan pandangannya ketika berada dalam kelompok mayoritas. Dengan kata lain seseorang sering merasa perlu menyembunyikan ‘sesuatu’-nya ketika berada dalam kelompok mayoritas.

D.      Asumsi Dasar Teori
       Tesis dari teori ini bersandar pada dua asumsi, yaitu :
1.        Orang mengetahui mana opini yang berkembang dan mana opini yang tidak berkembang. Hal ini disebut dengan quasi-statistical sense (tidak menggunakan statistik atau riset, semua pendapat dipukul rata) karena orang mempunyai perasaan terhadap presentase penduduk untuk dan terhadap posisi-posisi tertentu.
2.        Orang menyesuaikan pengungkapan opini mereka terhadap persepsi-persepsi ini.

E.       Kekuatan Media
       Kekuatan media massa menurut Newman (1984) terletak pada tiga hal, yaitu :
1.        Kehadirannya di mana-mana (Ubiquity).
2.        Pengulangan pesan yang sama (Kumulasi).
3.        Konsensus (kesepakatan/persamaan) tentang nilai-nilai di antara Pekerja Media.

Tidak ada komentar:

Posting Komentar