A.
Aliran-aliran
Teori Komunikasi
Ada beberapa
aliran dalam teori komunikasi yang akan dibahas, yaitu :
1. Structural Functional Theories.
2. Cognitive and Behavioral Theories.
3. Interactionist Theories.
4. Interpretive Theories.
5. Critical Theories.
Berikut akan dibahas
secara lebih mendalam mengenai aliran-aliran tersebut.
Karakteristik/Ciri-ciri
|
|
Aliran
Struktural Fungsionalis
|
☺ Dalam aliran ini mempercayai bahwa
struktur-struktur sosial itu nyata dan berfungsi dengan cara-cara yang dapat
diobservasi.
☺ Mengasumsikan stabilitas selamanya (sychrony) daripada mengasumsikan
perubahan (diachrony).
☺ Tidak mempercayai subjektivitas dan kesadaran.
☺ Mempercayai realitas independen melalui observasi yang hati-hati.
☺ Memisahkan bahasa dan simbol dari pemikiran dan objek-objek yang disimbolkannya.
☺ Contoh struktur sosial yang ada di masyarakat,
seperti HMJ (himpunan Mahasiswa Jurusan), agama, dan budaya.
☺ Contoh teori aliran ini adalah : ♫ Teori Informasi (Claude Shannon).
♫ Teori Cybernetic (Norbert Weiner).
♫ Dynamic Social Impact Theory (Bibb Latane)
♫ Dan lain-lain.
|
Aliran
Kognitif dan Perilaku
|
☺ Dalam aliran ini fokusnya terletak pada individu.
☺ Membicarakan tentang keterhubungan antara stimulus
(input) dan respon (output).
☺ Istilah kognisi ini merupakan pemikiran atau fokus
pada bagaimana seseorang dalam berpikir.
☺ Ketertarikan tersebut juga pada hubungan “thinking”
dan “behavior”
☺ Contoh teori aliran ini adalah : ♫ Teori Disonansi Kognitif (Leon
Festinger).
♫ Relevance Theory (Dan Sperber & Deirdre Wilson).
♫ Atribution Theory (Frizt Heider).
|
Aliran
Interaksionis
|
☺ Aliran ini memandang kehidupan manusia sebagai
proses dari interaksi.
☺ Seluruh struktur sosial akan eksis (ada) dan
dibentuk secara terus-menerus melalui sebuah interaksi.
☺ Fokusnya terletak pada bagaimana bahasa digunakan
dalam menciptakan struktur sosial dan bagaimana bahasa serta sistem simbol
yang lainnya diproduksi.
☺ Di sini makna tidaklah objektif, melainkan
diciptakan oleh masyarakat dalam tindakan komunikasi.
☺ Pengetahuan bersifat situasional dan tidak
universal.
☺ Pada aliran ini
terdapat dua kultur, yaitu High Context
(kultur yang tinggi) dan Low Context (kultur
yang rendah).
☺ High Context : suka
basa basi dan lebih mengutamakan proses dibandingkan hasil. Biasanya lahir
dari masyarakat komunal (sering berkumpul/bermusyawarah).
☺ Low Context : tidak
suka basa basi dan lebih mengutamakan hasil dibandingkan proses.
☺ Contoh teori aliran ini adalah : ♫ Social construction of Reality
(Alfred Schutz).
♫ Teori Interaksi Simbolik (George Herbert Mead).
♫ Dramatisme and Narrative (Erving Goffman).
|
Aliran
Interpretif
|
☺ Dalam aliran ini mencoba menemukan makna dalam
tindakan dan teks.
☺ Kemudian menggambarkan proses munculnya sebuah
pemahaman.
☺ Membedakan secara tajam antara penjelasan scientific
(ilmiah) dengan pemahaman (understanding)
☺ Tujuan dari interpretasi ini bukanlah menemukan
hukum yang mengatur kejadian melainkan memahami cara masyarakat memahami
pengalaman mereka.
☺ Menekankan pada subjektivitas dan fokus pada
pengalaman setiap individu.
☺ Menjadikan bahasa sebagai pusat pengalaman.
☺ Contoh teori aliran ini adalah : ♫ Phenomenology (Edmund Husserl).
♫ Hermeneutics (Martin Heidegger).
|
Aliran
Kritis
|
☺ Fokus aliran ini terletak pada isu ketidaksamaan
(inequality).
☺ Aliran kritis berperhatian pada konflik
kepentingan yang terjadi di masyarakat dan bagaimana cara komunikasi
didominasi oleh satu kelompok atas
yang kelompok lainnya.
☺ Penting dalam memahami pengalaman hidup dalam
konteks real masyarakat.
☺ Memahami pengetahuan sebagai power (kekuatan).
☺ Contoh teori aliran ini adalah : ♫ Classical Marxist Theory/critique
of Political Economy (Marx).
♫ Universal Pragmatic (The Frankfurt School).
♫ Cultural Studies
(Stuart Hall).
♫ Power and Language (Cheris Kramarae).
|
B.
Dasar
Pengembangan Teori Komunikasi
Dasar pengembangan teori komunikasi
bisa dibagi dalam beberapa hal, berikut akan dibahas lebih lanjut :
Development of massage
|
↓
Bagaimana kita mencipta, apa yang kita tulis, dan
apa yang dapat kita ekspresikan kepada orang lain?
|
Interpretation and generation of meaning
|
↓
Bagaimana manusia memahami pesan dan bagaimana
makna muncul dalam interaksi dengan orang lain? Bagaimana pemikiran mengolah
informasi dan menginterpretasi pengalaman?
|
Message structure
|
↓
Bagaimana pesan tersebut
ditempatkan bersama? Dan bagaimana pesan tersebut diorganisasikan?
|
Interactional dynamics
|
↓
Melibatkan hubungan dan ketergantungan antara komunikator dalam
diskursus dan pemaknaan.
|
Institutional
and societal dynamics
|
↓
Cara bagaimana power dan sumber daya
didistribusikan kepada masyarakat. Cara budaya diproduksi, dan interaksi di antara
segmen masyarakat.
|
C.
Pengertian
Komunikasi Massa
Pengertian komunikasi massa itu
sendiri dapat dijabarkan seperti ini :
-
Penyampaian pesan.
-
Komunikator → khalayak banyak.
-
Heterogen.
-
Serempak.
-
Melalui media massa.
-
Umpan balik tertunda.
Jadi
bisa disimpulkan bahwa komunikasi massa itu adalah suatu bentuk penyampaian
pesan dari komunikator kepada khalayak banyak yang heterogen secara serempak
melalui media massa dan umpan balik yang dihasilkan biasanya tertunda.
Komunikasi massa juga dapat diartikan sebagai bentuk menyiarkan sebuah informasi,
gagasan, dan sikap kepada komunikan yang beragam dan jumlahnya banyak dengan menggunakan media.
D.
Karakteristik
Komunikasi Massa
Seperti
komunikasi pada umumnya, komunikasi massa juga memiliki karakteristik yang
membedakannya dengan komunikasi lainnya, yaitu :
☺ Komunikasi tersebut
bersifat umum.
☺ Komunikasinya juga
bersifat heterogen.
☺
Media Massa menimbulkan keserempakan.
☺ Hubungan antara
komunikator-komunikan bersifat non pribadi.
☺
Melembaga (resmi, memiliki izin, dll).
☺
Terdapat standarisasi proses produksi, distribusi, dan konsumsi terhadap isi
media.
E.
Bentuk-bentuk
Komunikasi Massa
Terdapat tiga bentuk komunikasi
massa, yaitu :
1. Bentuk Perintah (the command mode)
→ bentuk perintah ini bersumber dari adanya perbedaan
kekuasaan dan otoritas
antara pengirim dan penerima. Tujuan dari bentuk ini adalah untuk melakukan kontrol dan perintah. Pola hubungan
dalam bentuk ini hanya
bersifat satu arah, tidak setara, dan tidak berdasarkan sukarela
2.
Bentuk
Pelayanan (the service mode) → bentuk ini merupakan bentuk paling umum dan paling sering berlaku dalam hubungan
antara pengirim pesan dan penerima. Kedua belah pihak diikat oleh
kepentingan bersama dalam situasi pasar atau semacamnya (penawaran dan
permintaan jasa simbolik).
3.
Bentuk
Asosiasi (the associational mode)
→ bentuk
asosiasi ini memiliki
ikatan normatif atau nilai-nilai yang disepakati bersama, yang mendekatkan
kelompok atau publik tertentu terhadap suatu sumber media tertentu. Kedekatan dan perhatian penerima bersifat
sukarela dan memuaskan hatinya.
F.
Fungsi
Media Massa
Ada
empat fungsi media massa yang wajib untuk diketahui. Pertama, sebagai kontrol
sosial (social control), media massa memiliki peran yang sangat penting
untuk melakukan kontrol sosial dan melakukan pengawasan terhadap jalannya
pemerintahan. Kedua, untuk pendidikan (education), tidak hanya melakukan
kontrol sosial, media massa juga sebagai salah wadah untuk memberikan pendidikan.
Ketiga, sebagai agen perubahan (agent of social change), media massa
juga merupakan sarana untuk membuat suatu perubahan seperti mengungkapkan hal-hal
yang tidak diketahui oleh khalayak supaya terjadinya perubahan tersebut. Keempat,
sebagai hiburan (entertainment),
sudah sangat jelas kalau media massa saat ini memang dijadikan sebagai sarana
untuk hiburan bagi khalayak.
G.
Kebutuhan
Akan Media
Sebagai
khalayak penting untuk mengetahui apa saja kebutuhan kita akan media saat ini,
berikut merupakan kebutuhan-kebutuhan akan media :
☺
Untuk mengetahui apa yang
penting dan perlu.
☺
Untuk membantu mengambil
keputusan (sebagai
bahan rujukan).
☺
Untuk memperoleh informasi
sebagai bahan pembahasan.
☺
Memberikan perasaan ikut
serta dalam kejadian tertentu.
☺
Memberikan penguatan atas
suatu pendapat.
☺
Mencarikan konfirmasi dari keputusan yang diambil.
☺
Memperoleh relaksasi dan
hiburan .
H.
Model
Proses Komunikasi Massa
Ada tiga model dalam proses
komunikasi massa, yaitu :
1. Model
Transmisi, orientasi pengirim pada model ini adalah sebagai pemindahan pesan
dan orientasi penerimanya adalah proses kognitif.
2. Model Ekspresi (Ritual), orientasi pengirim pada model ini adalah sebagai penampilan (performance) dan orientasi penerimanya adalah kepuasan atau kegiatan bersama.
3. Model Perhatian, orientasi pengirim pada model ini adalah sebagai pameran (display) dan orientasi penerimanya adalah pemberian perhatian. .
2. Model Ekspresi (Ritual), orientasi pengirim pada model ini adalah sebagai penampilan (performance) dan orientasi penerimanya adalah kepuasan atau kegiatan bersama.
3. Model Perhatian, orientasi pengirim pada model ini adalah sebagai pameran (display) dan orientasi penerimanya adalah pemberian perhatian. .
Tidak ada komentar:
Posting Komentar