Senin, 22 September 2014

Aliran-aliran Teori Komunikasi dan Komunikasi Massa (Materi Ketiga)



A.      Aliran-aliran Teori Komunikasi
Ada beberapa aliran dalam teori komunikasi yang akan dibahas, yaitu :
1.      Structural Functional Theories.
2.      Cognitive and Behavioral Theories.
3.      Interactionist Theories.
4.      Interpretive Theories.
5.      Critical Theories.
Berikut akan dibahas secara lebih mendalam mengenai aliran-aliran tersebut.

Karakteristik/Ciri-ciri
Aliran Struktural Fungsionalis
Dalam aliran ini mempercayai bahwa struktur-struktur sosial itu nyata dan berfungsi dengan cara-cara yang dapat diobservasi.
Mengasumsikan stabilitas selamanya (sychrony) daripada mengasumsikan perubahan (diachrony).
Tidak mempercayai subjektivitas dan kesadaran.
Mempercayai realitas independen melalui observasi yang hati-hati.
Memisahkan bahasa dan simbol dari pemikiran dan objek-objek yang disimbolkannya.
Contoh struktur sosial yang ada di masyarakat, seperti HMJ (himpunan Mahasiswa Jurusan), agama, dan budaya.
Contoh teori aliran ini adalah : ♫ Teori Informasi (Claude Shannon).
♫ Teori Cybernetic (Norbert Weiner).
♫ Dynamic Social Impact Theory (Bibb Latane)
♫ Dan lain-lain.
Aliran Kognitif dan Perilaku
Dalam aliran ini fokusnya terletak pada individu.
Membicarakan tentang keterhubungan antara stimulus (input) dan respon (output).
Istilah kognisi ini merupakan pemikiran atau fokus pada bagaimana seseorang dalam berpikir.
Ketertarikan tersebut juga pada hubungan “thinking” dan “behavior
Contoh teori aliran ini adalah : ♫ Teori Disonansi Kognitif (Leon Festinger).
♫ Relevance Theory (Dan Sperber & Deirdre Wilson).
♫ Atribution Theory (Frizt Heider).
Aliran Interaksionis
Aliran ini memandang kehidupan manusia sebagai proses dari interaksi.
Seluruh struktur sosial akan eksis (ada) dan dibentuk secara terus-menerus melalui sebuah interaksi.
Fokusnya terletak pada bagaimana bahasa digunakan dalam menciptakan struktur sosial dan bagaimana bahasa serta sistem simbol yang lainnya diproduksi.
Di sini makna tidaklah objektif, melainkan diciptakan oleh masyarakat dalam tindakan komunikasi.
Pengetahuan bersifat situasional dan tidak universal.
Pada aliran ini terdapat dua kultur, yaitu High Context (kultur yang tinggi) dan Low Context (kultur yang rendah).
High Context : suka basa basi dan lebih mengutamakan proses dibandingkan hasil. Biasanya lahir dari masyarakat komunal (sering berkumpul/bermusyawarah).
Low Context : tidak suka basa basi dan lebih mengutamakan hasil dibandingkan proses.
Contoh teori aliran ini adalah : ♫ Social construction of Reality (Alfred Schutz).
♫ Teori Interaksi Simbolik (George Herbert Mead).
♫ Dramatisme and Narrative (Erving Goffman).
Aliran Interpretif
Dalam aliran ini mencoba menemukan makna dalam tindakan dan teks.
Kemudian menggambarkan proses munculnya sebuah pemahaman.
Membedakan secara tajam antara penjelasan scientific (ilmiah) dengan pemahaman (understanding)
Tujuan dari interpretasi ini bukanlah menemukan hukum yang mengatur kejadian melainkan memahami cara masyarakat memahami pengalaman mereka.
Menekankan pada subjektivitas dan fokus pada pengalaman setiap individu.
Menjadikan bahasa sebagai pusat pengalaman.
Contoh teori aliran ini adalah : ♫ Phenomenology (Edmund Husserl).
♫ Hermeneutics (Martin Heidegger).
Aliran Kritis
Fokus aliran ini terletak pada isu ketidaksamaan (inequality).
Aliran kritis berperhatian pada konflik kepentingan yang terjadi di masyarakat dan bagaimana cara komunikasi didominasi  oleh satu kelompok atas yang kelompok lainnya.
Penting dalam memahami pengalaman hidup dalam konteks real masyarakat.
Memahami pengetahuan sebagai power (kekuatan).
Contoh teori aliran ini adalah : ♫ Classical Marxist Theory/critique of Political Economy (Marx).
♫ Universal Pragmatic (The Frankfurt School).
♫ Cultural Studies (Stuart Hall).
♫ Power and Language (Cheris Kramarae).

B.       Dasar Pengembangan Teori Komunikasi
Dasar pengembangan teori komunikasi bisa dibagi dalam beberapa hal, berikut akan dibahas lebih lanjut :
Development of massage
Bagaimana kita mencipta, apa yang kita tulis, dan apa yang dapat kita ekspresikan kepada orang lain?

Interpretation and generation of meaning
Bagaimana manusia memahami pesan dan bagaimana makna muncul dalam interaksi dengan orang lain? Bagaimana pemikiran mengolah informasi dan menginterpretasi pengalaman?

Message structure
Bagaimana pesan tersebut ditempatkan bersama? Dan bagaimana pesan tersebut diorganisasikan?

Interactional dynamics
Melibatkan hubungan  dan ketergantungan antara komunikator dalam diskursus dan pemaknaan.

Institutional and societal dynamics
Cara bagaimana power dan sumber daya didistribusikan kepada masyarakat. Cara budaya diproduksi, dan interaksi di antara segmen masyarakat.

C.       Pengertian Komunikasi Massa
Pengertian komunikasi massa itu sendiri dapat dijabarkan seperti ini :
- Penyampaian pesan.
- Komunikator → khalayak banyak.
- Heterogen.
- Serempak.
- Melalui media massa.
- Umpan balik tertunda.
Jadi bisa disimpulkan bahwa komunikasi massa itu adalah suatu bentuk penyampaian pesan dari komunikator kepada khalayak banyak yang heterogen secara serempak melalui media massa dan umpan balik yang dihasilkan biasanya tertunda. Komunikasi massa juga dapat diartikan sebagai bentuk menyiarkan sebuah informasi, gagasan, dan sikap kepada komunikan yang beragam dan jumlahnya banyak dengan menggunakan media.

D.       Karakteristik Komunikasi Massa
Seperti komunikasi pada umumnya, komunikasi massa juga memiliki karakteristik yang membedakannya dengan komunikasi lainnya, yaitu :
Komunikasi tersebut bersifat umum.
Komunikasinya juga bersifat heterogen.
Media Massa menimbulkan keserempakan.
Hubungan antara komunikator-komunikan bersifat non pribadi.
Melembaga (resmi, memiliki izin, dll).
Terdapat standarisasi proses produksi, distribusi, dan konsumsi terhadap isi media.

E.       Bentuk-bentuk Komunikasi Massa
Terdapat tiga bentuk komunikasi massa, yaitu :
1.    Bentuk Perintah (the command mode) → bentuk perintah ini bersumber dari adanya perbedaan kekuasaan dan otoritas antara pengirim dan penerima. Tujuan dari bentuk ini adalah untuk melakukan kontrol dan perintah. Pola hubungan dalam bentuk ini hanya bersifat satu arah, tidak setara, dan tidak berdasarkan sukarela
2.    Bentuk Pelayanan (the service mode)bentuk ini merupakan bentuk paling umum dan paling sering berlaku dalam hubungan antara pengirim pesan dan penerima. Kedua belah pihak diikat oleh kepentingan bersama dalam situasi pasar atau semacamnya (penawaran dan permintaan jasa simbolik).
3.    Bentuk Asosiasi (the associational mode) → bentuk asosiasi ini memiliki ikatan normatif atau nilai-nilai yang disepakati bersama, yang mendekatkan kelompok atau publik tertentu terhadap suatu sumber media tertentu.  Kedekatan dan perhatian penerima bersifat sukarela dan memuaskan hatinya.

F.        Fungsi Media Massa
Ada empat fungsi media massa yang wajib untuk diketahui. Pertama, sebagai kontrol sosial (social control), media massa memiliki peran yang sangat penting untuk melakukan kontrol sosial dan melakukan pengawasan terhadap jalannya pemerintahan. Kedua, untuk pendidikan (education), tidak hanya melakukan kontrol sosial, media massa juga sebagai salah wadah untuk memberikan pendidikan. Ketiga, sebagai agen perubahan (agent of social change), media massa juga merupakan sarana untuk membuat suatu perubahan seperti mengungkapkan hal-hal yang tidak diketahui oleh khalayak supaya terjadinya perubahan tersebut. Keempat, sebagai hiburan (entertainment), sudah sangat jelas kalau media massa saat ini memang dijadikan sebagai sarana untuk hiburan bagi khalayak.

G.      Kebutuhan Akan Media
Sebagai khalayak penting untuk mengetahui apa saja kebutuhan kita akan media saat ini, berikut merupakan kebutuhan-kebutuhan akan media :
Untuk mengetahui apa yang penting dan perlu.
Untuk membantu mengambil keputusan  (sebagai bahan rujukan).
Untuk memperoleh informasi sebagai bahan pembahasan.
Memberikan perasaan ikut serta dalam kejadian tertentu.
Memberikan penguatan atas suatu pendapat.
Mencarikan konfirmasi dari keputusan yang diambil.
Memperoleh relaksasi dan hiburan .

H.       Model Proses Komunikasi Massa
Ada tiga model dalam proses komunikasi massa, yaitu :
1.    Model Transmisi, orientasi pengirim pada model ini adalah sebagai pemindahan pesan dan orientasi penerimanya adalah proses kognitif. 
2. Model Ekspresi (Ritual), orientasi pengirim pada model ini adalah sebagai penampilan (performance) dan orientasi penerimanya adalah kepuasan atau kegiatan bersama. 
3.    Model Perhatian, orientasi pengirim pada model ini adalah sebagai pameran (display) dan orientasi penerimanya adalah pemberian perhatian. .

Tidak ada komentar:

Posting Komentar